Pemprov Sumbar Dorong Peningkatan Produksi Ikan Tuna
Editor: Koko Triarko
PADANG — Produksi tuna di Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat mengalami penurunan drastis, kini mulai meningkat lagi. Untuk itu, Pemprov Sumbar mendorong nelayan lokal, agar mengoptimalkan penangkapan tuna, agar mampu memenuhi permintaan ekspor dari Jepang dan Amerika.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar, pada 2017 produksi tuna di Sumbar mencapai 422 ribu kilogram, sedangkan tahun 2016 hanya 308 ribu kilogram. Tetapi, jika menilik produksi di 2012, produksi tuna di Sumatera Barat masih turun, karena pada 2012 mencapai 998 kilogram.
“Produksi tuna di perairan Sumbar masih bisa ditingkatkan, karena tangkapan yang dilakukan selama ini belum optimal. Nelayan lokal Sumbar masih perlu bantuan untuk peningkatan tangkapan tuna. Apakah bantuan alat atau pelatihan,” katanya, Kamis (22/2/2018).
Menurutnya, produksi tuna segar di Sumbar masih diminati Jepang dan Amerika Serikat. Ekspor tuna segar dan tuna beku ke Jepang melalui Bandara Internasional Minangkabau, sedangkan olahan tuna dikirim ke Miami, Amerika Serikat, melalui Pelabuhan Teluk Bayur Padang setiap bulan.
Sementara itu, Supervisior Quality Control PT Dempo Andalas Samudera, Yusri Handarini, menjelaskan, produksi tuna di pabrik tempatnya bekerja mencapai 20 ton per hari. Untuk ekspor, target perusahaan adalah 3 kontainer dalam satu bulan, namun realisasinya baru 1 sampai 2 kontainer dalam satu bulan.
“Setiap kontainer itu berisi 20 ton daging tuna,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, ada tiga jenis ikan tuna yang diekspor. Masing-masing tuna segar, tuna beku, dan tuna yang telah diproses. Ikan tuna itu merupakan hasil tangkap nelayan setempat.
Baca: Sumbar Ekspor 20 Ton Ikan Tuna per Hari ke AS
Untuk menjamin kualitas daging yang dikirim ke Amerika Serikat itu harus merupakan hasil tangkapan nelayan yang masih segar. “Jadi, setelah memasuki Pelabuhan Samudera Bungus, ikan-ikan yang dibeli harus dibekukan terlebih dahulu di dalam suhu udara yang dingin. Setelah itu, daging-daging ikan tuna dipotong menggunakan mesin, dan dikemas ke dalam kertas, lalu dimasukkan ke dalam kardus,” jelasnya.