Pemprov Jabar Fokus Penanganan Longsor di Bogor
BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus terhadap penanganan awal bencana longsor yang terjadi di Jalan Raya Puncak Bogor pada Senin sekitar pukul 02.00 WIB dan membuat jalur utama lumpuh.
“Di lapangan mitigasi bencana terus kita lakukan, dengan BPBD setempat, BPBD Jabar termasuk BNPB dan Basarnas turun di lapangan,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Bandung, Senin (5/2).
Aher menjelaskan, saat ini petugas gabungan tengah melakukan evakuasi material longsor di empat ruas yang tertutup tanah. Empat titik tersebut yaitu seputaran Masjid Atta’awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri.
Akibat longsoran tersebut, jalur utama puncak lumpuh total. Untuk sementara hingga proses evakuasi selesai, petugas di lapangan terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke arah Sukabumi.
“Longsoran di jalan kan menganggu, tentu tidak bisa melewati jalur Puncak, kan? Oleh karena itu, ini diselesaikan dulu sekarang sedang diusahakan secepatnya mudah-mudahan nanti malam atau besok sudah bisa diselesaikan,” kata dia.
Rencananya, dalam waktu dekat Aher akan meninjau langsung lokasi bencana, sekaligus mengarahkan jajarannya untuk melakukan mitigasi bencana.
“Insha Allah ada, kalau tidak besok lusa. Pokoknya nanti kita ke sana,” kata dia.
Sebelumnya, tim kaji cepat PMI Kabupaten Bogor, Jawa Barat menginformasikan peristiwa longsor di jalur Puncak, menelan korban jiwa, beberapa orang dikabarkan meninggal dunia.
Satu Korban Meninggal Akibat Longsor
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor Kabupaten, AKP Hasby Ristama menyebutkan korban meninggal dunia akibat longsor di kawasan Puncak,Jawa Barat pada Senin, berjumlah satu orang.
“Korban atas nama Lilis warga Bandung Barat, usia 40 tahun,” kata Hasby saat ditemui di lokasi longsor, Puncak.
AKP Hasby menyebutkan lokasi korban jiwa pertama di dekat Masjid At Ta’awun, terdapat lima orang yang tertimbun.
Dari lima orang tersebut, satu orang ditemukan meninggal dunia, satu orang kritis dan satu lainnya luka berat dan dua orang luka ringan.
“Seluruh korban yang di At Ta’awun sudah dievakuasi, kita bawa ke Rumah Sakit Cimacan, Cianjur. Bahkan sudah ada yang pulang,” katanya.
Sebelumnya tim kaji cepat PMI Kabupaten menginformasikan korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Situasi di lapangan masih dalam upaya evakuasi, data dan informasi masih simpang-siur.
Setelah mengevakuasi korban di lokasi longsor dekat Masjid At Ta’awun petugas mendapat laporan dari salah satu pengendara angkot yang melihat ada korban yang terbawa longsor di lokasi Riung Gunung.
Menurut sopir angot tersebut, lanjut Hasby, ada dua pengendara yang terbawa longsor. Dengan jumlah korban diinformasikan tiga orang.
“Kami mendapat informasi ada tiga orang pengendara motor yang terseret material longsor di Riung Gunung, berdasarkan laporan sopir angkot yang juga sama-sama ikut terseret tapi berhasil selamat,” kata Hasby.
Hingga kini petugas masih melakukan pencarian. Pencarian melibatkan tim gabungan Polres Bogor, TNI, BPBD, Dinas PU-PR, Muspika dan masyarakat.
“Kami upayakan pencarian, walau sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda adanya korban,” kata Hasby.
Sementara itu data korban longsor di dekat Masjid At Ta’awun adalah Lilis (40) pekerjaan ibu rumab tangga, beralamat Kampung Cigagak Desa Baranangsiang Kecamatan Cipongkor Bandung Barat (meninggal dunia).
Eneng (5) luka ringan, Fajri (3) luka ringan, keduanya beralamat sama dengan korban meninggal dunia.
Korban luka berat Fitria (38) seorang ibu rumah tangga beralamat Kampung Puncak Naringgul RT 01/17, Tugu Selatan, Cisarua, mengalami patah tulang betis kanan dan mata kaki retak.
Berikutnya Suhendar (30) warga Kampung Jolok RT 02/RW 03, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cianjur, mengalami luka robek pipi kiri dan sudah kembali ke rumah.
Berdasarkan informasi di lapangan, kelima korban ini terkena longsor saat berada di dalam kios ponsel dekat Masjid At Ta’awun, kios tersebut ikut ambruk terbawa longsor (Ant).