Myanmar Menyangkal Adanya Kuburan Massal Baru di Rakhine
YANGON – Myanmar membantah laporan yang menyebut adanya kuburan massal di sebuah desa di negara bagian Rakhine. Rakhine adalah lokasi tindakan keras militer terhadap gerilyawan yang membuat hampir 690.000 minoritas Muslim Rohingya mengungsi ke negara tetangganya, Bangladesh.
Sebelumnya disebut-sebut ada lebih dari lima kuburan massal yang sebelumnya tidak dilaporkan di Desa Gu Dar Pyin. Komite Informasi pemerintah Myanmar, bagian dari kantor pemimpin sipil Aung San Suu Kyi mengatakan, dalam sebuah pernyataan di laman media sosialnya, pejabat berwenang dan keamanan setempat membentuk tim lapangan untuk menyelidiki laporan tersebut.
“Tim lapangan pergi ke lokasi yang disebutkan dalam berita berita AP dimana mayat dikuburkan dan ternyata tidak benar. Tim bertemu dengan tetua setempat dan penduduk desa dan bertanya apakah ada pembunuhan massal atau tidak dan penduduk desa mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada satupun,” ujar pernyataan dari Komite Informasi.
Tim hanya mendapatkan fakta, ada 19 gerilyawan yang disebut oleh mereka dengan teroris, tewas saat mereka menyerang pasukan keamanan di desa tersebut. Hal tersebut terjadi pada akhir Agustus tahun lalu dan mayat mereka telah dikubur dengan benar dan bukan di kubur secara masal.
Terpisah, dua warga Rohingya, yang berada di desa tersebut memperdebatkan pernyataan pemerintah tersebut saat diwawancarai. Mereka mengatakan bahwa ada kuburan massal di sana. Mereka mengatakan, perwira militer senior mengunjungi daerah tersebut pada Jumat (2/2/2018), mengambil foto dan mengadakan pertemuan dengan penduduk desa.
Penduduk yang menolak diidentifikasi karena takut pembalasan tersebut,berbicara kepada wartawan di kamp pengungsi Balukhali di Bangladesh. Reporter tersebut telah berhubungan dengan mereka dengan bantuan mantan penduduk yang telah melarikan diri dari Rakhine.
Seorang penduduk mengatakan ayahnya menghadiri pertemuan tersebut, di mana petugas bertanya berapa banyak orang yang terbunuh dalam kekerasan tersebut, yang membakar rumah mereka dan apakah ada kuburan massal di sana. “Penduduk desa ketakutan dan mengatakan bahwa mereka tidak tahu berapa banyak yang telah meninggal atau yang telah membakar rumah mereka namun mengatakan, ya, ada kuburan massal di sini,” kata penduduk tersebut.
Seorang penduduk desa mengatakan tiga pejabat militer senior datang pagi-pagi, memotret sebuah kuburan massal di samping rumahnya dan kemudian mengadakan pertemuan di sekolah tersebut. “Pejabat senior pergi sekarang tapi sekelompok besar orang militer tetap tinggal dan penduduk desa takut,” kata penduduk tersebut.
Juru bicara Suu Kyi merujuk permintaan untuk mengomentari gambaran warga tentang kejadian tersebut kepada pemerintah negara bagian Rakhine. Seorang juru bicara dari pemerintah negara bagian tidak segera tersedia. Militer mengatakan tidak memiliki komentar.
Wartawan tidak diizinkan mengakses kawasan yang berada di utara negara bagian Rakhine. Di lokasi tersebut, tentara melancarkan serangan balasan yang meluas untuk menanggapi serangan militan Rohingya pada 25 Agustus. PBB telah mengutuk kampanye tentara tersebut sebagai pembersihan etnis. Myanmar membantahnya, dengan mengatakan bahwa pasukannya melakukan operasi pemberantasan yang sah.
Militer telah mengakui bahwa penduduk desa dan tentara Budha membunuh 10 orang yang digambarkannya sebagai teroris Muslim yang ditangkap dan menguburkan mereka di sebuah kuburan di desa Inn Din pada awal September. Mereka mengatakan tindakan akan diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab. (Ant)