Libur Imlek, Penumpang Pejalan Kaki di Pelabuhan Bakauheni, Meningkat

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Arus kedatangan penumpang pejalan kaki dari Pelabuhan Merak Banten yang turun di Pelabuhan Bakauheni Lampung terus mengalami peningkatan.

Kondisi tersebut dibenarkan Musa M. Yusuf selaku petugas terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Sejak Kamis malam (15/2) kedatangan penumpang pejalan kaki pengguna kapal roll on roll off (Roro) berkisar 300 hingga 400 penumpang. Jumlah tersebut merupakan penumpang turun dari kapal di dermaga 1, 2 dan 3.

Jumlah penumpang pejalan kaki tersebut diakuinya meningkat cukup signifikan dibandingkan hari biasa dengan kisaran 70 hingga 100 penumpang pejalan kaki. Antisipasi lonjakan arus penumpang, menurut Musa M. Yusuf, armada kendaraan yang cukup telah dipersiapkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah VI Bengkulu Lampung.

“Sebelumnya memang telah dilakukan antisipasi dengan adanya rapat bersama pihak ASDP, kepolisian, BPTD, dan Organda untuk arus liburan tahun baru Imlek sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang akibat kekurangan armada kendaraan,” terang Musa M. Yusuf, petugas terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (16/2/2018).

Musa menyebut, pada liburan tahun baru Imlek 2018 (tahun 2569) Dinas Perhubungan Lamsel sudah melakukan antisipasi di terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni. Dibandingkan hari normal dan libur akhir pekan, ia menyebut, liburan Imlek terjadi kenaikan jumlah penumpang pejalan kaki sebanyak 30 persen. Sebanyak 50 bus, 35 angkutan pedesaan, 200 travel disiagakan mengantisipasi lonjakan penumpang.

Musa M. Yusuf petugas terminal antarmoda Pelabuhan Balauheni Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Satu unit bus pengangkut penumpang dari terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni disebut Musa rata-rata mengangkut 25 hingga 30 penumpang. Sebagian penumpang bahkan disebutnya bisa diangkut menggunakan travel dari terminal antarmoda Pelabuhan Bakauheni ke terminal Rajabasa dan sejumlah kota lain di Lampung.

“Sempat terjadi kekosongan kendaraan namun kedatangan bus dan travel dari terminal Rajabasa membuat penumpang bisa terangkut,” terang Musa M. Yusuf.

Berbeda dengan arus kedatangan penumpang pejalan kaki dari pelabuhan Merak, menurut Musa, penumpang pejalan kaki dari sejumlah kota di Lampung terlihat sepi. Sejumlah bus dari terminal Rajabasa Bandarlampung yang membawa penumpang pejalan kaki rata-rata hanya membawa sekitar 15 hingga 20 dari kapasitas normal 25 hingga 30 penumpang.

Pada liburan Imlek ini, Dishub Lamsel diakui Musa, bahkan mencatat penumpang pejalan kaki didominasi oleh wisatawan yang akan menuju ke Pulau Pahawang Pesawaran. Wisatawan dengan sistem open trip tersebut rata-rata berjumlah 20 hingga 30 orang dengan memesan travel. Sebagian besar travel yang tersedia diakuinya sudah dipesan oleh rombongan wisatawan sehingga travel lain melayani penumpang reguler.

General Manager PT. ASDP Cabang Bakauheni, Anton Murdianto, saat dikonfirmasi melalui telepon menyebut arus liburan Imlek diakuinya cukup normal. Ia bahkan menyebut, jumlah armada kendaraan dipastikan akan cukup dengan trip kapal yang berasal dari Merak menuju Bakauheni. Koordinasi antar-BPTD Banten dan BPTD Bengkulu Lampung dilakukan mengantisipasi persiapan armada kendaraan.

“Manifest penumpang kapal dari Merak selalu diinformasikan ke Bakauheni sehingga kendaraan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni bisa disiagakan jangan sampai habis dan penumpang menumpuk,” terang Anton Murdianto.

Sejumlah kendaraan bus siap mengangkut penumpang pejalan kaki asal Pulau Jawa saat libur tahun baru Imlek [Foto: Henk Widi]
Pada liburan Imlek, pihak ASDP cabang Bakauheni, diakui Anton Murdianto, bahkan lebih fokus pada arus balik yang diprediksi terjadi pada Minggu (18/2) mendatang. Persiapan arus balik tersebut dengan penambahan toll gate penjualan tiket kendaraan dari sebelumnya 9 loket menjadi 14 loket. Loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki dari 5 menjadi 10 loket.

Jumlah kapal roro yang dioperasikan dari sebelumnya 27 kapal dan trip sebanyak 89 kapal, saat libur Imlek meningkat menjadi 30 kapal dengan jumlah trip sebanyak 90 hingga 91 trip kapal. Kondisi cuaca yang bersahabat tanpa angin dan gelombang  membuat perjalanan kapal cukup normal tanpa hambatan.

Lihat juga...