Kinerja Ekspor Balikpapan Diyakini Berikan Dampak Pertumbuhan Ekonomi 2018

Editor: Irvan Syafari

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi /Foto: Ferry Cahyanti.

BALIKPAPAN — Adanya kegiatan ekspor melalui Pelabuhan Balikpapan diyakini akan memberikan Multiplier Effect bagi perbaikan sektor ekonomi lainnya, seperti perdagangan, hotel dan restoran, transportasi dan pergudangan serta jasa.

Tercatat kinerja ekspor melalui Pelabuhan Balikpapan sepanjang tahun 2017 diperkirakan tumbuh 22,6%. Hal itu jauh lebih baik dibandingkan tahun 2016 yang terkontraksi minus 33,4%. Peningkatan ekspor itu didukung dari komoditas minyak sawit (palm oil) dan minyak.

“Bergeraknya perekonomian Balikpapan juga terindikasi dari kinerja ekspor yang tercatat dari pelabuhan yang ada di Balikpapan. Kita tahu Balikpapan punya pelabuhan peti kemas Kariangau yang menjadi pusat pelabuhan barang,” ucap Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi ketika memaparkan kinerja di usia kota Balikpapan ke 121 tahun, Selasa (13/2/2018).

Dari perkiraan peningkatan ekspor melalui pelabuhan Balikpapan pada  2017 tersebut, kontribusi terbesar dari komoditas minyak sawit meningkat hingga 60,3%. Kemudian disusul dari hasil minyak sebesar 40,4%,  dan batubara sebesar 22,7%.

“Tingginya kinerja ekspor melalui pelabuhan di Balikpapan, harapannya bisa memberikan dampak pada sektor ekonomi lainnya. Kita ketahui Balikpapan adalah kota jasa dan perdagangan, hotel dan restoran,” paparnya.

Menurut Rizal, perbaikan kinerja ekonomi kota selama tahun 2017 sedikit termoderasi oleh kinerja sektor industri pengolahan yaitu kilang minyak dengan proporsi mencapai 48% dari struktur ekonomi. Hal itu karena adanya siklus maintenance dua tahunan yang jatuh pada triwulan I/2017.

“Termoderasinya juga karena menurunnya APBD Balikpapan tahun 2017 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, juga membatasi ruang gerak pemerintah kota untuk mendorong peningkatan belanja daerah,” bebernya.

Selain itu, dalam hal sistem pembayaran tahun 2017 kemarin pemerintah kota bersama Bank Indonesia dan instansi terkait telah menginisiasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dalam mendukung Smart City Balikpapan.

“Hasil nyata dari program itu adaimplementasi elektronifikasi di beberapa pusat bisnis seperti mal, bandara, SPBU dan program e-Budgeting yang kini berjalan di tahun 2018,” ujar Rizal.

Pihaknya optimis kinerja positif perekonomian di kota yang dikenal kota “Madinatul Iman” ini dapat terus berlanjut di tahun 2018 dengan kondisi perekonomian pada tahun sebelumnya. Dan diyakini akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Optimisnya adanya peningkatan perekonomian itu yang didasari pada selesainya masa maintenance dari sektor industri pengolahan dan beberapa potensi lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.

Sektor yang mendorong pertumbuhan perekonomian di tahun 2018 diantaranya kelanjutan proyek nasional jalan tol Balikpapan – Samarinda, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina dan pengembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK).

“Di samping dari sisi pengeluaran, dari segi prospek konsumsi, rumah tangga kami yakin akan dapat tumbuh lebih baik. Selain itu membaiknya kinerja ekspor Balikpapan, menjadi daya dorong kinerja positif perekonomian kota sepanjang 2018,” tutupnya.

Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda/Foto: Ferry Cahyanti.

 

Lihat juga...