Kemenag Balikpapan: Ongkos Naik Haji Diperkirakan Naik
Editor: Irvan Syafari
BALIKPAPAN — Kendati belum ada kepastian biaya naik haji tahun 2018, namun diperkirakan akan mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu alasan biaya naik haji naik adalah pihak Arab Saudi mulai memberlakukan pajak per 1 Januari 2018 sebesar 5 persen. Kemudian, pada 14 Februari 2018 pajak kembali naik menjadi 10 persen.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Balikpapan Shaleh menuturkan, sebelumnya tidak ada pungutan pajak dari Arab Saudi. Kemungkinan ongkos haji akan mengalami kenaikan meskipun saat ini belum diputuskan.
“Padahal dulunya tidak ada pungutan pajak dari Arab Saudi. Kondisi perekonomian Arab Saudi ini bergantung pada minyak. Karena kenaikan pajak ini, travel juga mengeluh,” jelasnya saat ditemui Jumat, (23/2/2018).
Diungkapkan oleh Shaleh, Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan hingga kini masih belum menentukan biaya haji karena belum ada keputusan dari pusat. Untuk melihat berapa biaya naik haji, Kemenag membutuhkan tim penghitung ongkos naik haji.
“Rincian ongkos naik haji itu meliputi biaya penerbangan, dan akomodasi yang kemudian dibahas peritem di DPR RI. Dari perhitungan yang sudah dilakukan Kemenag itu kemudian diajukan ke DPR RI. Kalau sudah disepakati, rancangan disampaikan ke Presiden RI akan dibuatkan Peraturan Presiden,” paparnya.
Kemudian setelah diterbitkan Peraturan Presiden tersebut menurutnya, ongkos naik haji 2018 baru akan diketahui. Diketahui, pada 2017 biaya naik haji sebesar Rp38.039.150, sementara perbandingan pada 2016 Rp37.583.508. Berbeda dari dua tahun lalu, pada 2015 menggunakan dolar, yakni 2.926 dollar, dan 2014 3.433 dollar.
“Setelah menggunakan mata uang rupiah sekarang dimudahkan. Kalau rupiah tidak harus menunggu keputusan Bank Indonesia berapa dollar besarannya,” tandas Shaleh.
Sementara itu, per awal 2018 ini jumlah antrian haji Kota Balikpapan yang mendaftar melalui Kemenag Kota Balikpapan berjumlah 10.625 antrian. Sehingga bagi calon jemaah haji yang mendaftar tahun ini diperkirakan akan berangkat 20 tahun yang akan datang.