Kayu Langka, Nelayan Bali Gunakan Perahu Fiber

Editor: Mahadeva WS

BADUNG – Nelayan di Kampung Pesisir Pantai Kedonganan, Kutai Selatan, Badung, kini lebih memilih fiber sebagai bahan pembuatan perahu atau sampan. Kondisi yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan dikarenakan untuk mensiasati semakin sulitnya mendapatkan bahan baku kayu.

Slamet, salah seorang nelayan yang memiliki perahunya terbuat dari fiber.-Foto: Sultan Anshori

Dulu nelayan memanfaatkan kayu jenis ulin, sengon sebagai bahan pembuatan perahu. Semakin sulitnya mendapatkan kayu, menjadikan harga kayu untuk membuat kapal semakin mahal.

Nelayan di Pantai Kedonganan Slamet menceritakan, penggunaan fiber untuk membuat perahu  dilakukan karena harga kayu sebagai bahan pembuat perahu semakin mahal. Selain itu, ongkos pembuatan perahu yang terbuat dari kayu juga terbilang cukup mahal.

Untuk membuat kapal kayu, nelayan Bali harus membuat perahu berbahan kayu di kawasan pulau madura. “Belum lagi kesulitan untuk mencari tukang yang bisa membuat perahu, mengingat saat ini juga sangat sulit ditemukan tukang yang benar-benar ahli dalam membuat perahu dari kayu,” tandasnya, Senin (19/2/2018).

Sementara untuk perahu yang terbuat dari fiber, cukup didatangkan dari surabaya dan bisa dikirim melalui jalur darat dengan dikirim kirim menggunakan truk. “Belum lagi ongkos jalan ketika perahu  sudah jadi, itukan nantinya akan langsung dibawa melalui jalan laut dari madura ke Bali mas. belum lagi menyita waktunya,” tambah Slamet.

Berbeda dengan perahunya yang terbuat dari kayu, perahu berbahan fiber disebutnya lebih kuat. Hal tersebut dipengaruhi kondisi fiber jika terkena air dan panas akan semakin kuat. Sementara untuk perahu yang terbuat dari kayu, cenderung tidak tahan dengan air termasuk air hujan.

Untuk perawatan, perahu fiber cukup mudah dilakukan. “Jika pandai merawat hanya dibutuhkan 1 kali dalam 5 tahun. Kelebihan lainnya adalah saat berada ditengah laut dengan ombak yang cukup besar, perahu yang terbuat dari fiber ini cenderung bisa diandalkan mengingat disisi kanan dan kiri menggunakan penyeimbang perahunya sehingga ketika ada ombak bisa stand. Kalau perahu fiber ini asli jangan terhantam ke batu atau karang saja mas, ya pasti rusak,” tuturnya.

Harga kapal berbahan fiber bervariasi, mulai Rp15 juta hingga Rp45 juta satu unit perahu lengkap dengan dengan mesin serta jaringnya sudah dapat diperoleh. Sementara untuk kapasitas daya tampung ikan perahu fiber ini sebesar tiga hingga lima kuintal dengan daya angkut maksimal 2 orang. Sementara untuk mesin nelayan biasanya menggunakan mesin tempel dengan kekuatan antara 15PK hingga 45PK.

Lihat juga...