Kampung Biru Arema Destinasi Wisata Baru Kota Malang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MALANG — Sebelumnya objek wisata kampung warna-warni dan kampung tridi sukses menjadi ikon kampung tematik dan berhasil menarik perhatian, kota Malang kembali akan memiliki sebuah kampung tematik bernuansa biru yang diberi nama ‘Kampung Biru Arema’.
Sesuai dengan namanya, semua bagian bangunan rumah yang berada di daerah bantaran sungai Brantas mulai dari RW 04 dan 05 Kelurahan Kidul Dalem, Klojen, Kota Malang, seluruhnya di cat dengan warna biru muda dan biru tua.
Untuk dapat menemukan Kampung Biru Arema terbilang cukup muda karena lokasinya berdekatan dengan kampung Warna-warni dan Kampung Tridi serta dapat ditempuh. Ditempat ini, semua dinding rumah di cat dengan warna biru muda, sedangkan bagian atap genting di cat dengan warna biru yang lebih tua.

Ketua RW 05, Irmawan Yutanto, mengatakan bahwa sejak bulan Agustus 2017 yang lalu, semua bangunan yang ada di wilayahnya mulai di cat dengan warna biru hasil kerjasama antara pemerintah kota Malang dengan salah satu perusaan cat.
Menurutnya, meskipun belum secara resmi dibuka sebagai objek wisata, namun sudah banyak wisatawan yang datang ke kampung Biru Arema untuk mengabadikan foto mereka.
“Wisatawan yang datang tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi juga wisatawan asing seperti dari Jerman dan Belanda, “akunya.
Selain itu kami juga ada kerjasama dengan manajemen Arema yang nantinya disini akan diberi museum untuk menyimpan beberapa benda bersejarah Arema, sambungnya.
Lebih lanjut Irmawan menceritakan sebelum menjadi kampung biru Arema, kampung yang berada di bantaran sungai Brantas tersebut merupakan kampung yang kumuh dan kotor. Banyak juga MCK liar yang kini sudah dibongkar dan dibersihkan.
“Alhamdulillah dengan adanya program Kampung Biru Arema sekarang perilaku warga juga sudah membaik dan bisa menjaga kebersihan. Kalau dulu banyak lorong-lorong yang kotor dan kumuh, sekarang sudah bersih semuanya,” kisahnya.
Kemudian kepedulian masyarakat juga semakin meningkat dan orang-orang sekarang sudah sering melakukan kerja bakti hampir setiap minggu, tandasnya.
Sementara itu Irmawan berharap dengan dijadikannya kampung Biru Arema menjadi salah satu objek wisata di kota Malang bisa membuat perekonomian masyarakat di kampungnya semakin membaik karena banyak potensi UMKM yang siap untuk dikembangkan, mulai dari kerajinan handicraft hingga kuliner.
Dengan begitu, ke depan masyarakat bisa membiayai sendiri perawatan untuk mengecat rumahnya masing-masing.
“Saat ini kami ada kontrak dengan perusahaan cat selama dua tahun untuk masa pemeliharaan. Tapi setelah itu semua biaya perawatan catnya akan ditanggung oleh warga karena warga sudah berkomitmen untuk itu, ” ujarnya.
Disebutkan Irmawan, ke depannya nanti di kampung biru Arema akan dibangun jalan untuk dihubungkan ke kampung 3D dan kampung warna warni.
“Tidak hanya itu, nanti juga akan ditambahkan wahana flaying fox dengan jarak 150 meter sehingga bisa melintasi sungai berantas,” pungkasnya.