Indonesia Perjuangan Nomor 62 Kg Angkat Besi

Ilustrasi Asian Games 2018 - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berjanji akan memperjuangkan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi dalam Asian Games 2018. Upaya tersebut sebagai respon keputusan Federasi Angkat Besi Asia (AWF) yang secara sepihak membatalkan nomor tersebut.

Wakil Ketua KOI Muddai Madang mengatakan, pihaknya tetap akan mengirim surat protes dan minta negosiasi ulang terhadap kebijakan tersebut. “Setelah itu, kami akan datang karena itu adalah nomor andalan Indonesia,” tandas Muddai Madang, Sabtu (24/2/2018).

KOI, akan mengupayakan semua langkah untuk tetap mempertahankan nomor kelas yang akan diisi atlet andalan Merah-Putih Eko Yuli Irawan itu kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA). Dan untuk melakukannya KOI akan melakukan upaya pertemuan dengan pengurus cabang angkat besi untuk melakukan upaya memperjuangan secara aktif.

Muddai menjelaskan AWF tidak memberikan penjelasan kepada Indonesia  mengenai pembatalan nomor kelas mana pada cabang angkat besi yang akan dihapus dalam Olimpiade Tokyo 2020. “Ketika Olimpiade Rio 2016, cabang angkat besi menggelar perlombaan untuk 15 nomor kelas yaitu delapan kelas putra dan tujuh kelas putri. Kemudian pada Olimpiade Tokyo 2020, kelas itu menjadi tujuh kelas putra dan tujuh kelas putri,” kata Muddai.

Indonesia, secara mendadak baru mengetahui nomor kelas yang dihapus adalah kelas yang akan diikuti Eko Yuli setelah AWF menggelar sidang. Presiden AWF Mohamed Yusuf Almana mengirim surat pada 11 Februari kepada Direktur Jenderal Federasi Angkat Berat Internasional Attila Adamfi tentang penghapusan nomor kelas perlombaan 62 kilogram pada Asian Games 2018.

“Saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF dan anggota-anggota Badan Eksekutif AWF bahwa mayoritas memilih untuk menghapuskan kelas perlombaan 62 kilogram dari Asian Games ke-18,” demikian isi surat dari AWF tersebut.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono mengatakan pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram dapat mempengaruhi target medali kontingen Merah-Putih dan bukan hanya target PB PABBSI.

 Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi menyebut, pihaknya telah melayangkan surat terkait keputusan sepihak dari Presiden Olympic Council of Asia (OCA) yang meniadakan kelas pertandingan 62 kilogram dalam Asian Games 2018. Dalam suratnya disebut, Indonesia meminta OCA untuk tidak meneruskan keputusan pembatalan salah satu nomor di angkat besi tersebut.

Indonesia minta agar OCA tidak meneruskan keputusan yang diambil sepihak tanpa pembahasan rakom tersebut. Hal itu dikarenakan kebijakan pembatalan salah satu nomor tersebut sangat merugikan Indonesia.

“Keputusan itu bisa mengurangi perolehan medali, karena Indonesia meraih medali perak pada kelas 62 kg itu yang dipersembahkan Eko Yuli Irawan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...