HUT ke 121, Balikpapan Hadapi Permasalahan Banjir dan KLB Difteri
Editor: Irvan Syafari
BALIKPAPAN — Pada usia ke 121 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari 2018 masih menemui berbagai persoalan dan tantangan untuk membangun kota.
Salah satu permasalahan yang ditemui kota minyak ini adalah permasalahan banjir yang belum tuntas. Selain itu pada awal 2018, Balikpapan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.
Permasalahan lainnya yang menjadi tantangan ke depan adalah penyediaan air baku untuk kota, permasalah kemacetan seiring tumbuhnya jumlah kendaraan bermotor, dan Balikpapan sebagai kota transit merupakan salah satu daerah yang rawan peredaran gelap narkoba di Kaltim.
“Beberapa permasalahan itu harus kita tangani bersama dan ini menjadi tantangan untuk pembangunan kota,” ungkap Wali Kota Rizal Effendi, saat Paripurna HUT Kota Balikpapan 121 tahun, di Aula Kantor Wali kota Balikpapan, Jumat (9/2/2018).
Dia menuturkan banyak hal yang harus dibenahi termasuk integritas Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kita tahun ini menekankan integritas karena adanya pengalaman para ASN dan pejabat pemerintahan serta instansi lainnya yang bersentuhan dengan hukum seperti kasus dugaan korupsi,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan paradigma atas kondisi keuangan dengan memperketat pengawasan menjadi upaya Pemkot di tengah segala perencanaan pengadaan dan pembangunan.
“Yang jelas ASN harus benar-benar bekerja sesuai peraturan,” tegas Rizal yang merasa bahagia memimpin kota dengan keheterogenan masyarakat di Balikpapan.
Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk pemerintah kota, di antaranya melakukan perbaikan sumber daya manusia, infrastruktur dan persoalan banjir yang harus segera dituntaskan.
“Starting Pemerintah Kota Balikpapan sudah mengarah ke visi misi kota, mudah-mudahan dalam periode beliau bisa tercapai starting hingga finish,” tandasnya.
Tak lupa politisi Golkar ini juga mengingatkan kepada pemerintah kota untuk fokus pada ha-hal strategis seperti penanganan banjir, peningkatan SDM yang belum tuntas, termasuk pendidikan. Bidang pendidikan penting karena jumlah penduduk, angkatan sekolah dengan fasiltas belum seimbang.
“Seperti PAD kita bisa ditingkatkan melalui pariwisata , pendidikan kita siapkan fasiltasnya, kemudian penanganan banjir itu infrastruktur harus diperbaiki,” imbuh Abdulloh.
Dalam paripurna HUT Kota Balikpapan ke 121 tahun ini, Pemerintah Kota juga memberikan penghargaan kepada lima tokoh pembangunan, 10 orang warga berprestasi, 10 orang warga pelopor, dan penghargaan kepada pendonor sukarela.
Istia Budi, salah satu warga penerima penghargaan di bidang teknologi informasi mengatakan akan membangun Balikpapan sesuai dengan kemampuan bidangnya, dengan mengajak generasi muda mengenail ilmu teknologi lebih dekat lagi.
“Teknologi juga dapat menjadi salah satu peluang ekonomi ke depan. Maka kami berusaha mengajak generasi muda untuk berkecimpung dalam teknologi,” ujarnya.