Gubernur NTB Berbagi Pengalaman Kelola Pariwisata di Sumbar
Editor: Koko Triarko
PADANG — Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal dengan potensi wisatanya yang luar biasa. Di bawah kepemipinan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), selama dua priode, NTB berubah menjadi sebuah provinsi yang paling banyak dikunjungi.
Bahkan, destinasi wisata yang beragam di sana menjadi primadona bagi wisatawan yang datang, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya itu, NTB menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sukses dalam pengembangan wisata halal.
Gubernur NTB tidak hanya bicara tentang potensi wisata di daerahnya. Tetapi, bagaimana mengelola wisata, sehingga menjadi primadona wisatawan. Namun, ia juga memuji akan keindahan alam dan potensi wisata di Sumbar yang begitu banyak.
“Pariwisata di sini sungguh luar biasa, bahkan banyak potensi yang bisa digarap,” ujarnya, di Padang, Jumat (9/2/2018).
Ia menyebutkan, setiba di Sumbar ia sempatkan untuk berkeliling di Sumbar. Salah satu daerah yang dikunjunginya, yakni Kota Bukittinggi. Bahkan, sebelum mengunjungi Bukittinggi Gubernur NTB merasa senang dengan pemandangan air terjun lembah anai yang dapat dilihat langsung dari jalan.
“Biasanya, kita untuk melihat air terjun mesti berjalan agak ke dalam, karena berada di tengah hutan. Bahkan, agak sulit untuk menjangkaunya. Namun, di Sumbar kita dapat lihat dari jalan. Dan, letaknya malah berdekatan dengan jalan utama. Ini betul-betul luar biasa potensi alam yang ada di Sumbar,” katanya.
Selain ke Bukittinggi, TGB juga menyambangi Kota Padang. Ia menilai, Padang merupakan kota yang sangat indah. Penataan dari segi sektor juga tengah dilakukan. Apalagi, Pantai Padang yang menjadi lokasi acara puncak HPN ini. “Pantai sangat indah dan kebersihannya juga terjaga,” tuturnya.
Tak hanya itu, TGB juga berbicara, untuk wisata yang sesuai dengan karakter masyarakat minang adalah muslim friendly tourism. Apalagi, Sumbar pada 2016 memenangkan kompetisi destinasi wisata halal.
“Untuk itu, pengembangan wisata halal di Sumbar mesti terus digenjot. Apalagi, saat ini pasar wisata halal sangat diminati wisatawan. Kita, Sumbar dan NTB bisa saling melengkapi. Bahkan, tidak hanya dua daerah ini saja. Karena wisata halal tidak bisa dihandel satu atau dua provinsi saja. Jika dapat semua provinsi di Indonesia,” lanjutnya.
Menurutnya, pengembangan wisata di Sumbar terbilang cukup bagus. Apalagi, cukup banyak potensi wisata yang kelihatannya belum terkelola dengan baik. Potensi wisata yang ia maksud di antaranya keindahan alam, kekuatan adat, bahkan sejarah yang ada Sumbar.
Menanggapi pujian tentang pengelolaan wisata di Pantai Padang, Wali Kota Padang, Mahyeldi, mengatakan, kota Padang yang merupakan pusat pemerintahan di Sumbar, sehingga segala infrastruktur perlu menjadi poin utama untuk dibenahi. Seperti halnya infrastruktur yang ada di Pantai Padang.
Dulu, Pantai Padang hanya mampu mengandalkan sebuah permainan di pantai bagi anak, seperti berenang, bermain bola. Namun, kini setelah dilakukan sejumlah pembangunan infrastruktur, kondisi pun secara berangsur mulai membaik.
Kini, di Pantai Padang tidak hanya menjadi tempat berenang bagi pengunjung. Tapi, banyak hal bisa dilakukan, salah satunya bermian sepatu roda, menikmati kuliner khas Padang, dan menikmati pemandangan di kala sore.
“Untuk kuliner, salah satu infrastuktur yang kita bangun ialah Lapau Panjang Cimpago. Di sana terdapat pedagang yang menjual kuliner khas Padang,” sebutnya.
Menurutnya, kondisi infrastruktur di lokasi wisata di Padang tidak hanya terhenti di Pantai Padang saja. Tetapi, ke depan target Pemko Padang ialah mengembangkan wisata Gunung Padang yang berada di lokasi Muaro Padang.