Dinkes Sumbar Imbau Hati-hati Kenakan Pakaian Bekas Impor

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengaku belum mengetahui pasti persoalan adanya bra impor yang menyebabkan seorang warga di Kabupaten Padang Pariaman mengalami gatal-gatal di bagian payudaranya.

Namun, Merry mengatakan, kuat kemungkinan rasa gatal tersebut disebabkan adanya bakteri pada bra tersebut. Apalagi, bra impor tersebut merupaka bra bekas.

Padahal, sebelumnya Kementerian Perdagangan telah mengingatkan masyarakat, untuk tidak membeli pakaian bekas impor, karena banyak bakteri pada pakaian bekas yang dijual tersebut.

“Saya baru akan turunkan tim ke lokasi, untuk mengetahui lebih lanjut. Tapi, soal berbakteri atau tidak, mungkin BPOM yang bisa memberikan penjelasan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Ia menjelaskan, bahaya bakteri yang ada pada bra ialah akan menyebabkan rasa gatal atau pun alergi pada kulit yang terdapat pada payudara. Hal ini mengingat bungkusan jeli yang ada pada bra itu memiliki zat kimia yang bisa menyebabkan alergi hingga memerah di bagian kulit.

Bagi warga yang mengalami gatal-gatal akibat bakteri pada bra, tidak perlu khawatir. Sebab bisa langsung datang ke Puskesmas untuk mendapatkan obat, karena gatal-gatal itu ada obatnya di Puskesmas.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengimbau kepada para wanita untuk berhati-hati membeli bra, dan bila menemukan bra yang aneh disarankan untuk tidak membelinya.

Kasus ini berawal dari seorang warga yang berasal dari Korong Pasa Balai, Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang mengaku merasa gatal-gatal pada bagian payudaranya setelah menggunakan bra berwarna pink yang disebutnya barang impor.

Dara berusia 20 tahun itu mengatakan, setelah mengenakan bra bekas bermerk, ada rasa gatal-gatal yang tidak biasa di bagian payudaranya. Mengingat dirinya telah banyak menggunakan bra merk lain dan tidak merasakan hal apa pun, ia membawa bra ke Puskesmas Padang Alai.

“Saya beli bra itu dari pasar, bra itu bekas, dan tulisan atau merknya yang bebahasa asing. Saya ada beberapa koleksi pakaian bekas impor ini,” sebutnya.

Setelah tiba di Puskesmas, ia pun ditangani oleh petugas medis di Puskesmas, dan hasilnya ada bakteri yang menyebabkan payudara miliknya mengalami gatal-gatal.

Melihat kecurigaan dari bra itu, pihak Puskesmas pun mencoba melihat dan mencari sisi dari bra tersebut. Di bagian depan bra yang disimpan di antara bungkusan pembentuk bra, ditemukan bungkusan kecil yang seperti sebuah jeli.

Namun, Kepala Puskesmas Padang Alai, Siskawati, belum bisa memastikan bungkusan yang berbentuk jeli itu bekteri atau tidak. Pihak Puskesmas menyerahkan bra itu ke Dinas Kesehatan Padang Pariaman.

“Kabarnya bra itu dibawa ke Padang untuk dicek di laboratorium, cuma saya tidak tahu pasti di laboratorium mana,” ujarnya.

Lihat juga...