Didi Berharap Asian Games Harumkan Nama Indonesia

Editor: Satmoko

Vitayala Dianti, koordinaror volunteer Asian Games (Foto: Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Menjadi koordinator volunteer Asian Games adalah pengalaman baru bagi Vitayala Dianti. 

Didi, sapaan akrabnya, berharap even Asian Games bisa membuat nama Indonesia lebih terdengar lagi di luar. Bisa mengharumkan nama Indonesia yang paling penting, agar kita bisa menunjukkan bahwa kita bisa.

“Aku sebagai koordinator volunteer di sini, “ kata Vitayala Dianti kepada Cendana News di Media Center Asian Games, di Century Park Hotel, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, koordinator volunteer yang masih berstatus sebagai mahasiswi Swiss German University (SGU) itu menerangkan, awal keterlibatan dalam even olahraga besar ini. “Tahun lalu sewaktu kuliah ada program magang jadi aku magang di sini, “ terangnya.

Menurut Didi, ketertarikan menjadi koordinaror volunteer karena ia suka lingkungannya. “Aku juga suka lingkungan dan orang-orangnya. Aku nyaman banget dengan mereka,“ ungkapnya.

Sebagai koordinator volunteer, Didi membawahi 13 orang. “Satu grup volunteer beda-beda jumlah orangnya. Grup Didi ada 13 orang. Total volunteer sekitar seribuan,“ bebernya.

Didi sudah mewawancarai volunteer dan atlet. Ketika Didi ditanya apakah sudah siap? Dengan tenang, Didi memberi jawaban, “Kita sudah siap tapi ada kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi agar lebih perfect lagi dan lebih matang lagi.”

Tantangan sebagai koordinator volunteer, bagi Didi, adalah beradaptasi dengan beda-beda orang itu.

“Aku harus beradaptasi dengan mereka semuanya dengan baik. Orang itu beda-beda, personaliti maupun pemikirannya. Aku harus kenal satu-satu, jadi kalau ada masalah bisa kita tangggulangi bersama. Caranya berbeda-beda. Kita semua sekarang sudah menjadi teman. Kita jadi akrab,“ ucapnya penuh percaya diri.

Menjadi koordinator volunteer, Didi sering pulang malam, tapi keluarganya tidak masalah. “Mereka malah mendukung. Meski pulangnya malam, tapi karena aku kerja enjoy jadi tidak masalah. Namanya kerja ya capek,“ tegasnya.

Obsesi Didi ingin bekerja menjadi wedding organizer. “Saya suka melihat orang senang atas pekerjaan aku. Aku suka saja,“ tandasnya.

Lihat juga...