Cuaca Membaik, Nelayan Muara Piluk Mulai Melaut

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kondisi cuaca yang membaik membuat sebagian besar nelayan di pesisir pantai Muara Piluk, desa Bakauheni, Lampung Selatan, mulai kembali melaut.

Menurut Burhan (40), nelayan bagan congkel di wilayah tersebut, cuaca selama beberapa hari terakhir membuat kegiatan mencari ikan kembali normal. Meski demikian, stok bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) masih belum tersedia, sehingga ia dan nelayan lain memilih membeli di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Yogaloka dan Pematangpasir di Kecamatan Ketapang.

Ia mengaku, keterlambatan pasokan tersebut tidak mempengaruhi kegiatan nelayan mencari ikan, karena sejumlah SPBU memiliki alokasi untuk kebutuhan bahan bakar  nelayan. Kebutuhan tersebut diakuinya tetap harus menyertakan surat keterangan peruntukan untuk kapal nelayan menghindari penyalahgunaan bahan bakar minyak.

Jumani, petugas SPBN Aneka Kimia Raya di dermaga Muara Piluk Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
“Stok di stasiun pengisian bahan bakar nelayan memang akan ada, tapi pengiriman masih akan dilakukan sore hari, sementara sebelum sore kami harus sudah berangkat melaut dengan kondisi cuaca cukup bersahabat,” terang Burhan, di dermaga Muara Piluk, Bakauheni, Senin (12/2/2018).

Pemilik kapal bagan congkel dengan nomor selar S 38034 dengan GT 15 ton tersebut mengaku, kebutuhan sekali melaut rata-rata 150 liter hingga 200 liter bahan bakar solar. Sebagian stok solar yang dibeli dipasok menggunakan jasa ojek yang dikirim dalam jerigen berisi sekitar 20 liter.

Nelayan cukup membayar ongkos sekitar Rp10.000 per jerigen untuk pengangkutan dari SPBU menuju ke dermaga.

Cuaca yang membaik juga mulai dimanfaatkan nelayan bagan congkel dan nelayan cumi mencari ikan teri dan cumi. Sebagian bahkan mulai melaut di wilayah perairan timur Lampung hingga ke wilayah perairan kepulauan Krakatau untuk mencari ikan jenis teri, sumber kebutuhan dalam proses pembuatan ikan teri rebus dan ikan segar.

Jumani (34), pengelola SPBN AKR Muara Piluk, menyebut stok untuk kebutuhan nelayan di wilayah tersebut sudah dialokasikan sebanyak 8.000 liter. Jumlah tersebut diakuinya kerap habis dalam tiga hingga empat hari, menyesuaikan kondisi cuaca.

Semakin bagus cuaca untuk melaut, permintaan akan bahan bakar dipastikan semakin meningkat. Sebaliknya, akan menurun saat kondisi cuaca tak bersahabat untuk melaut.

“Sebagian nelayan juga ada yang membeli bahan bakar dari stasiun pengisian bahan bakar lain, sehingga stok bisa lebih lama terjual,” beber Jumani.

Kebutuhan kapal bagan disebutnya bisa mencapai sekitar 150 hingga 200 liter bahan bakar solar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan sekitar 40 hingga 50 kapal jenis bagan congkel dan kapal cumi.

Pasokan bahan bakar jenis solar ke SPBN menyesuaikan tingkat kebutuhan nelayan yang akan melaut. Harga per liter solar di SPBN tersebut saat ini dijual Rp5.150 per liter yang diperuntukkan bagi kegiatan nelayan.

Selain memenuhi kebutuhan bahan bakar solar untuk nelayan pencari ikan, SPBN juga menyediakan kebutuhan perahu penghubung antar pulau Harimau, Kandang Balak serta pulau kecil lain. Sejumlah nelayan kecil yang juga masyarakat di wilayah kepulauan tersebut masih mengandalkan bahan bakar dengan membeli dari SPBN AKR di Muara Piluk.

Udin (30), nelayan bagan congkel, menyebut cuaca yang bersahabat membuat nelayan mulai melaut. Imbasnya pasokan ikan hasil tangkapan nelayan kembali normal, terutama untuk pemenuhan kebutuhan produsen teri dengan harga per cekeng atau keranjang Rp180.000 hingga Rp200.000.

Sementara jenis ikan segar, di antaranya tongkol dibeli pengepul seharga Rp20.000 per kilogram, ikan simba Rp30.000 per kilogram, ikan tengkurungan Rp20.000 per kilogram. Cumi Rp40.000 per kilogram dan lemuru Rp8.000 per kilogram.

Harga ikan tersebut relatif stabil di tingkat nelayan, terutama dalam kondisi cuaca baik. “Selain cuaca membaik, kebutuhan bahan bakar juga sedang mudah diperoleh, meski harus mencari ke tempat lain menunggu pasokan di SPBN Muara Piluk,” terang Udin.

Lihat juga...