Cagar Budaya Cianjur Masuk dalam Muatan Lokal

CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan puluhan cagar budaya akan ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masuk dalam muatan lokal agar pelajar di daerah ini mengenal sejarahnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, di Cianjur Jumat (2/2), mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang sudah ditetapkan atau sedang dalam proses kajian maupun baru diusulkan.

“Keberadaan cagar budaya dinilai perlu sebagai sarana edukasi untuk generasi muda Cianjur, terkait sejarah daerahnya, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Pihaknya akan menjadikan pendidikan cagar budaya dan sejarah lokal dalam muatan lokal di setiap jenjang pendidikan, bahkan akan dibuat agenda untuk studytour ke tempat bersejarah di wilayah Cianjur, sehinga edukasi terhadap siswa lebih tersampaikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Cecep Sobandi, mengatakan, pihaknya akan mengusulkan pada Bupati Cianjur, terkait pembuatan monumen atau museum untuk Siti Jenab serta telah mencatat dan akan mengusulkan 55 situs budaya yang ada di wilayah tersebut untuk dilestarikan.

“Kami akan upayakan bersama dengan puluhan situs dan cagar budaya lainnya. Kami juga memperhatikan situs dan cagar budaya yang ada. Selama ini, kami sudah mencatat dan mengusulkan 55 situs cagar budaya ke Pemkab Cianjur, untuk di tetapkan ke propinsi,” katanya.

Seperti diberitakan Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Provonsi Jawa Barat sekaligus Arkeolog dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Jabar-Banten mengatakan 26 bangunan dan lokasi akan ditetapkan Gubernur Jabar sebagai cagar budaya.

ke 26 calon cagar budaya itu merupakan hasil penelusuran dari tim kajian provinsi, terlebih wilayah Cianjur sempat menjadi Ibu Kota Parahyangan. Sehingga wilayah tersebut memiliki banyak tempat bersejarah yang belum diusulkan sebagai cagar budaya (Ant).

Lihat juga...