BI Papua Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Pilkada
JAYAPURA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mewaspadai peningkatan peredaran uang palsu menjelang penyelenggaraan Pilkada serentak 2018. Diyakini ada upaya untuk menjadikan pilkada sebagai momentum untuk menyebarkan uang palsu.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Joko Supratikto mengatakan perhelatan Pilkada akan berimbas pada peningkatan kegiatan ekonomi. Di sektor ritel yang terlihat seperti kegiatan membuat spanduk, kaus, dan atribut kampanye. “Biasanya itu ada yang memanfaatkan untuk menggunakan uang palsu,” ujar Joko, di Jayapura, Selasa (20/2/2018).
Menurutnya, oknum-oknum yang mengedarkan uang palsu cenderung menyasar masyarakat yang tingkat pendidikannya kurang baik, seperti para pedagang di pasar. Dengan kondisi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan upaya sosialisasi deteksi uang palsu. Kegiatan dilakukan mensasar dua pasar yang ada di Kota Jayapura agar para pedagang dapat mengetahui cara mengenali uang asli dan palsu.
“Edukasi ke masyarakat akan kita lakukan dalam waktu dekat dengan menyebar liflet di Pasar Hamadi dan Pasar Youtefa mengenai cara bagaimana mengenali keaslian rupiah. Kalau kita mengumpulkan mereka secara khusus agak sulit, makanya kita memilih lewat liflet dan media massa,” tandasnya.
Sebelumnya, Deputi Kantor Perwakilan BI Papua Fauzan menyebut, jumlah uang yang diragukan keasliannya di Papua pada 2016 mencapao 103 lembar. Pada 2017 jumlah meningkat menjadi 136 lembar dan selama Januari 2018 telah ditemukan tiga lembar.
Dengan kondisi tersebut, diharapkan masyarakat dapat mempraktikan cara mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah yang dikenal dengan 3D atau dilihat, melalui warna dan benang pengaman. Diraba untuk menemukan permukaan kasar pada nilai nominal, angka nominal, lambang Burung Garuda dan Frasa NKRI serta gambar utama pahlawan.
Selanjutnya, diterawang untuk mendapatkan tanda air berupa gambar pahlawan apabila uang diarahkan kearah cahaya dan gambar saling isi atau rectoverso berupa logo BI akan terlihat secara utuh apabila diterawang ke arah cahaya. (Ant)