Bendungan Waduk Karian Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi. Dokumentasi CDN

LEBAK – Pembangunan Bendungan Waduk Karian yang kini tengah dikerjakan diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak, Banten.

“Kami sangat mendukung pembangunan Bendungan Karian karena akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya di Lebak, Jumat.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat akan tumbuh dan berkembang sektor perdagangan, jasa dan transportasi. Pemerintah daerah mendorong pembangunan Waduk Karian sehingga dapat mengendalikan kemiskinan dan pengangguran.

Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil usaha pemasokan air baku (air minum) untuk masyarakat DKI Jakarta, Bogor dan Banten.

Proyek Bendungan Karian yang dikerjakan tahun 2015 dan ditargetkan rampung 2019. Pelaksanaan pembangunan Karian melibatkan kontraktor Korea Selatan dan sejumlah perusahaan BUMN.

Proyek Bendungan Karian yang menelan biaya senilai Rp1,07 triliun yang didanai dari pinjaman Korea Selatan sebesar 100 juta dolar AS dan dilaksanakan secara bertahap.

“Kami optimistis proyek nasional itu sangat bermanfaat bagi masyarakat juga pemerintah daerah,” katanya menjelaskan.

Menurut Bupati, kehadiran Waduk Karian itu sangat sinergis dengan kebijakan pemerintah daerah melalui program “Lebak Sejahtera”, “Lebak Sehat” dan “Lebak Cerdas”.

Kebijakan tersebut untuk mendukung percepatan pembangunan daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Bendungan Waduk Karian juga bisa dijadikan branding destinasi wisata sehingga melahirkan klaster-klaster ekonomi masyarakat, seperti tumbuhnya warung-warungan dan kerajinan usaha kecil dan menengah (UKM).

Disamping itu juga kelompok tani dapat meningkatkan produksi karena teraliri jaringan irigasi seluas 22.000 hektare.

Para petani itu tentu sangat terbantu adanya waduk tersebut karena bisa melaksanakan gerakan percepatan tanam tiga kali musim tanam selama setahun.

“Kami yakin pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat dengan adanya Bendungan Karian,” ujarnya menjelaskan.

Bupati mengatakan, pemerintah daerah terus menyosialisasikan agar pembebasan lahan pembangunan waduk itu bisa secepatnya tuntas hingga 100 persen.

Saat ini, pembebasan lahan sudah di atas 60 persen dari target seluas 2.170 hektare dan dipastikan tidak ada penolakan masyarakat setempat.

Selain itu juga Waduk Karian dapat mengantisipasi bencana banjir di wilayah hilir Provinsi Banten, termasuk jalan tol Merak-Jakarta.

Ia mengatakan, pembangunan Waduk Karian bisa memasok air baku untuk masyarakat DKI Jakarta, Bogor serta Banten dan sekitarnya.

Pembangunan waduk itu akan menampung 209 juta meter kubik air dan menggenangi lahan seluas 1.740 hektare dengan luas keseluruhan 2.170 hektar.

Pasokan air baku itu dengan debit air 16,6 meter kubik per detik (m3/detik) untuk kawasan industri di Serang dan Cilegon sebesar 5,5 m3/detik, Rangkasbitung sebesar 0,3 m3/detik.

Kemudian Parung Panjang sebesar 0,2 m3/detik, Tigaraksa sebesar 2,5 m3/detik, Serpong sebesar 2,8 m3/detik, Maja sebesar 0,1 m3/detik dan DKI Jakarta sebesar 3,2 m3/detik.

Selain itu juga manfaat lain dari Bendungan Karian yaitu mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektare dan pengendalian banjir dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.

Bendungan Karian juga berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW (megawatt). Bahkan, Waduk Karian bisa dijadikan lokasi pariwisata yang bisa mendongkrak pengunjung domestik maupun mancanegara.

“Kami berharap proyek Waduk Karian berjalan lancar sesuai dengan target,” katanya. (Ant)

Lihat juga...