NTT Ekspor 70 Ton Ikan ke Jepang
KUPANG – Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kelas I Kupang mencatat, ekspor komoditi perikanan dari Nusa Tenggara Timur pada Januari 2018 didominasi ikan sebanyak 70 ton lebih ke negara tujuan Jepang.
“Dari segi jumlah, ekspor komoditi ikan di awal 2018 ini didominasi ikan cakalang mencapai lebih dari 70 ton ke Jepang,” kata Kepala Stasiun KIPM Kelas I Kupang Edi Santoso di Kupang, Jumat.
Ia menyebut, jumlah ikan cakalang yang diekspor itu di antaranya jenis cakalang asap 24.338 dan 49.689 cakalang beku, dengan satu kali frekuensi pengiriman untuk masing-maisng jenis.
KIPM Kupang mencatat, nilai ekspor ikan cakalang ke negara berjulukan “negeri sakura” itu mencapai sebesar 217.245 dolar AS.
Edi menjelaskan, selain cakalang asap dan beku, beberapa jenis komoditi perikanan lainnya yang diekspor pada Januari 2018 seperti anggoli segar, tuna loin, ikan kering, udang beku, kakap segar, dan tenggiri segar.
Jenis-jenis komoditi tersebut diekspor ke sejumlah negara tujuan selain Jepang yaitu Brunei Darusalam, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor Leste.
Ia mengatakan, ekspor ke berbagai negara tujuan tersebut pada umumnya menggunakan jalur kapal laut yang melakukan transit di Surabaya.
Khusus ke Timor Leste, katanya, ekspor dilakukan melalui jalur darat lewat pintu-pintu perbatasan antarnegara yang ada di Pulau Timor.
“Sementara ekspor ke negara tujuan Singapura menggunakan jalur pesawat, selain dari itu menggunakan kapal laut,” katanya.
Menurutnya, selain negara tujuan ekpor tersebut bisa saja bertambah seiring waktu seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya ada juga negara tujuan seperti Amerika dan Australia, bahkan mungkin juga Cina, Vietnam,” katanya.
Ia menambahkan, untuk sementara pada Januari 2018 nilai ekspor komoditi perikanan dari provinsi berbasiskan kepulauan dengan luas wilayah laut mencapai lebih dari 200.000 kilometer persegi itu tercatat sebesar 426.707 dolar AS. (Ant)