Aksi Sosial Badoncek ala Posdaya Kasih
Editor: Satmoko
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di kalangan masyarakat tidak hanya menjadi tempat untuk berkumpul, bersosialisasi, tapi juga menjadi tempat untuk menjalin silaturahmi.
Seperti yang dilakukan oleh Posdaya Kasih, RT3 / RW9, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, yang memiliki kegiatan sosial bertujuan untuk membantu masyarakat dan anggota dari Posdaya.
Ketua Posdaya Kasih, Nurlela Yusar mengatakan, kegiatan sosial yang dilakukan itu semacam badoncek atau disebut dengan mengumpulkan dana seadanya dari anggota Posdaya.
Dana itu dikumpulkan, digunakan apabila ada keperluan seperti menjenguk anggota yang sakit, mengunjungi anggota yang melahirkan, dan menghadiri undangan pernikahan, serta mendatangi rumah duka anggota yang meninggal dunia.
“Jadi dalam badoncek ini bebas mau kasih uang berapa, yang penting ikhlas. Nanti apabila yang terkumpul sedikit, maka akan ditambah dengan uang kas Posdaya,” jelasnya, Rabu (21/2/2018).
Ia menyebutkan, kegiatan sosial badoncek itu, sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Awal munculnya kegiatan tersebut didasari, dari rasa kepedulian sesama anggota.
“Ingin berbuat, tapi tidak bisa sendiri-sendiri. Maka dari itu kita lakukan secara bersama-sama melalui aksi badoncek,” ucapnya.
Menurutnya, melalui kegiatan sosial itu, tidak hanya mengajarkan masyarakat di Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX untuk kompak. Tapi kegiatan tersebut, juga mampu mengajarkan masyarakat untuk hidup saling peduli.
Lela yang juga sebagai Ketua RT3 / RW9 setempat mengaku, sangat mendukung adanya kegiatan sosial tersebut. Karena, hidup di lingkungan perkotaan, yang masyarakatnya memiliki kesibukan masing-masing, ternyata mampu disatukan melalui Posdaya.
Saat ini jumlah anggota Posdaya Kasih telah mencapai seratus lebih. Jumlah anggota ini terus tumbuh, seiring terasanya peran Posdaya di kalangan hidup masyarakat luas.