Tugas Penjaga Bendungan, Berisiko

NEGARA – Pemkab Jembrana, Bali, mengumpulkan petugas penjaga bendungan untuk evaluasi kinerja serta permasalahan selama 2017, serta program baru pada awal 2018.

“Di Kabupaten Jembrana ada 37 bendungan yang dua di antaranya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Jembrana, I Wayan Darwin, di hadapan penjaga bendungan di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jumat (5/1/2018).

Dalam pertemuan dengan penjaga bendungan yang sekali setiap tahun itu, ia menjelaskan tugas sebagai penjaga bendungan sangat strategis dan berisiko, karena mereka bertanggung jawab terhadap pengairan irigasi sawah serta mengendalikan banjir saat musim hujan.

Agar aliran bendungannya terus lancar, menurutnya, petugas ini rutin membersihkan bendungan, khususnya bagian pintu pembagian air hampir setiap hari.

Bupati Jembrana, I Putu Artha, yang hadir dalam pertemuan ini mengatakan, karena perhubungan dengan air untuk pertanian, ia minta penjaga bendungan berkoordinasi dengan kelian subak (ketua kelompok tani khas Bali).

Dengan tugas yang diemban turun temurun, ia mengatakan, petugas penjaga bendungan tentu sudah terlatih untuk mengatur dan menjaga air baik saat kemarau maupun musim hujan.

Penjaga bendungan, katanya, harus terus memantau aliran air ke sawah bersama kelian subak, agar mengetahui giliran pengairan untuk masing-masing lahan pertanian.

Karena berhubungan dengan ketahanan pangan, ia menganggap tugas penjaga bendungan merupakan tugas yang mulia, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. (Ant)

Lihat juga...