TPA Rihlatul Qudsiyah, “Perjalanan Suci” Sang Pensiunan

MERAK — Pensiun sebagai karyawan salah satu perusahaan BUMN tidak membuat Ahmad Zaini (58) berhenti berkiprah. Warga Tegal Wangi ciledon ini mengabdikan diri ke masyarakat dengan mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Rihlatul Qudsiyah di sekitar Pelabuhan Merak, Banten.

TPA Rihlatul Qudsiyah tersebut mempunyai ukuran 4 meter x 12 meter. Dia kemudian mengembangkan TPA ke mess karyawan pelabuhan dengan ukuran 10 meter x 12 meter.

Rihlatul Qudsiyah bermakna “Perjalanan Suci” dengan tujuan pendidikan yang diberikan kepada anak anak didiknya menjadi perjalanan menuju kesucian.

“Saya sudah berencana untuk mengisi masa pensiun dengan kegiatan yang bermanfaat dan pilihan jatuh pada dunia pendidikan, sekaligus mendapat respon, dukungan dari manajemen dan perusahaan untuk membuat sebuah taman pendidikan Alquran,” ungkap Ahmad Zaini selaku ketua Yayasan TPA Rihlatul Qudsiyah saat berbincang dengan Cendana News baru baru ini.

Laki laki asal Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah pada awalnya mulai membentuk dua TPA. Namun ia masih berencana membuat TPA lagi sehingga semakin banyak anak yang bisa belajar mengaji, memperdalam ilmu agama dan juga ilmu pengetahuan umum.

Berdasarkan sejarahnya TPA Rihlatul Qudsiyah berada di lingkungan pelabuhan sejak 2004. Dia memiliki izin sebagai sebuah yayasan pendidikan pada 2005. Sementara yang berada di Mess Babakan Turi Cilegon mulai beroperasi sejak 2011.

TPA Rihlatul Qudsiyah I yang dibentuknya memiliki murid sekitar 122 siswa. Sementara TPA Rihlatul Qudsiyah II sebanyak 62 siswa yang sebagian merupakan anak anak kurang mampu di wilayah tersebut. Zaini mempergunakan area di lingkungan kerja kantor PT ASDP Indonesia Ferry Merak.

Selama mendalami ilmu di TPA Rihlatul Qudsiyah setiap hari pada pukul 14.00 hingga 16.30 diberikan secara gratis setelah siswa mengikuti pelajaran di sekolah masing masing di TK serta SD.

Selain bisa belajar secara gratis para siswa juga mendapatkan seragam sekolah dan perangkat alat belajar,sesekali mendapatkan santunan pada momen hari besar keagamaan Islam di antaranya Idul Adha dan Idul Fitri.

Zaini mengungkapkan TPA Rihlatul Qudsiyah I dan II memiliki sebanyak 8 tenaga pendidik. TPA ini dipimpin oleh Sayimuri Al Afghani selaku kepala sekolah yang dikelola oleh Yayasan Rihlatul Qudsiyah tersebut.

Dia mengaku dalam waktu dekat ia sudah merencanakan untuk mendirikan TPA III dengan keberadaan tanah wakaf seluas 300 meter persegi.

“Saya memang merasa memiliki kewajiban untuk turut mencerdaskan generasi yang akan datang menjadi generasi hebat dan didasari dengan dunia pendidikan keagamaan yang baik,” beber Ahmad Zaini.

Pria yang memiliki dua putera tersebut bahkan mengaku dengan dasar pendidikan keagamaan yang sudah diperoleh sejak dini ia menyebut mendapat dukungan dari sejumlah pegiat literasi yang memiliki kepedulian pada dunia pendidikan.

Memiliki semangat bersama bergerak dengan pegiat literasi Perahu Pustaka Lampung, Serambi Baca M2TB Cilegon, Mobil Pustaka Keliling milik Rumah Zakat Banten bahkan ikut peduli dengan mengunjungi TPA Rihlatul Qudsiyah II yang ada di mess Babakan Turi sepekan sekali.

Selain membawa ratusan buku bacaan, mobil perpustakaan keliling tersebut membawa bantuan alat alat tulis baru, Iqro, Alquran, tempat minum dan beberapa perlengkapan yang diperlukan oleh anak anak di TPA Rihlatul Qudsiyah.

Selain itu beberapa kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut diantaranya berupa kegiatan membaca bersama,menggambar dan mewarnai,permainan menyusun puzzle, bermain congklak, tari balet, menonton film kisah nabi.

“Saya berharap semakin banyak relawan literasi yang memiliki kepedulian sehingga anak anak didik kami bisa mendapatkan ilmu baru dan semakin semangat untuk belajar,” katanya.

Kegiatan berkelanjutan para relawan literasi menurut Ahmad Zaini mendorong semangat para generasi muda untuk mencintai budaya membaca terutama bagi anak anak yang kurang mampu di wilayah Merak Banten dan sekitarnya.

Kepedulian pada dunia literasi mendapat dukungan dari para relawan literasi lain di wilayah Lampung. Perahu Pustaka Lampung dan motor perahunya ikut mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di TPA Rihlatul Qudsiyah tersebut. Perahu Pustaka Lampung memberikan tambahan buku bacaan dan peralatan sekolah bagi para siswa.

“Kepedulian kepada generasi muda penerus bangsa saat ini memang sudah menjadi kesadaran berbagai pihak dan TPA Rihlatul Qudsiyah hanya menjadi salah satu wadahnya,” beber Ahmad Zaini.

Selain fokus pada pelajaran ilmu keagamaan di TPA yang dikelolanya tersebut Ahmad Zaini menyebut masih terus melakukan pengembangan dalam penyediaan fasilitas sarana belajar yang memadai di antaranya rak buku sebagai perpustakaan sekaligus tambahan koleksi buku.

Selain mempergunakan dana dari uang pribadi ia menyebut dukungan juga diberikan oleh sejumlah donatur yang telah ikut memberi perhatian pada dunia pendidikan salah satunya melalui TPA Rihlatul Qudsiyah.

Aktivitas membaca buku di perpustakaan keliling saat kunjungan ke TPA Rihlatul Qudsiyah-Foto: Ist-Henk Widi.
Lihat juga...