Roy Suryo Kritik Istilah Hoax yang Membangun

JAKARTA — Roy Suryo memastikan kalau cyber atau dunia memiliki pengaruh terhadap dunia politik. Seperti halnya dalam Pilkada 2018 maupun Pemilu/Pilpres 2019, baik secara hilir hingga sampai huli.

“Yang hilir, contohnya, kasus yang sebenarnya sudah tidak pantas dibicarakan, kasus yang menimpa Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas yang saat ini menjadi cawagub di Pilgub Jatim mendadak jadi perbincangan publik,” kata Roy Suryo saat menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Refleksi Tahun 2017 Dalam Menghadapi Tahun Politik 2018’ yang digelar di Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018).

Lebih lanjut, pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968, itu menerangkan, karena foto yang dianggap mirip Azwar Anas dan sempat viral di media sosial memperlihatkan ia berada di dalam sebuah mobil dan tampak ada sebuah kaki yang sedang menumpangkan kakinya ke perut pria di foto itu.

“Saya tidak berbicara sebagai pengamat telematika. Tidak bicara foto itu asli apa tidak, Tapi apa yang terjadi, kasihan dengan Azwar Anas karena kasus foto tersebut sebagai proses pembunuhan karakter terkait pencalonannya dalam Pilgub Jatim,” terang Roy.

Menurut pemilik nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, kalau dari hulu, mengenai kasus Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Purn Djoko Setiadi yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi, yang sempat menimbulkan kontroversi karena memunculkan istilah tentang hoax yang membangun.

“Saya nilai hakul yakin itu salah,” tegasnya.

Ia mengapresiasi Djoko Setiadi segera mengoreksi. Tapi koreksinya dengan mengatakan kalau itu gimick. Menurutnya, gimick tersebut tidaklah seperti yang disebutkan, tetapi tiba-tiba berperan sebagai orang lain, itu gimick.

“Beliau selaku Ketua BSSN yang baru sedang melalukan wawancara, bukan sedang melakukan gimick,” bebernya lagi.

Atau misalnya, Menteri Kominfo menjadi pembicara, tapi kemudian tiba-tiba membuka acara seolah-olah menjadi penyiar. “Itu gimick. Jadi gimick bukan sewaktu kita diwawancara wartawan,” paparnya.

Negatif compaign, bagi Roy, memang tidak seharusnya terjadi. Menjelang Pilkada 2018 dan kemudian Pemilu/ Pilpres 2019, seminimal mungkin hindari ada hal-ahal yang tidak pas, tidak obyektif, tidak berpihak.

“Insya Allah, tidak ada fitnah lagi. Tidak ada hoax lagi,” harapnya.

Lihat juga...