Posdaya Kreatif, Kembangkan Ragam Usaha, Tingkatkan Ekonomi Keluarga
MALANG – Berawal dari pertemuan antara Siti Yulaikah dengan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara Siti Munfaqiroh, terbentuklah Posdaya Kreatif yang berlokasi di Jalan Mawar Merah, Dusun Sukorembug Desa Sidomulyo, Kota Batu, Malang.
Dalam pertemuan tersebut, Siti Munfaqiroh yang akrab dipanggil Riroh, sebagai Ketua LPPM STIE Malangkucecwara menjelaskan berbagai hal mengenai pemberdayaan keluarga melalui program Posdaya akhirnya menarik keinginan Siti Yulaikah atau Yuli untuk ikut bergabung dan membentuk Posdaya Kreatif.
Berbagai pelatihan pun diberikan para dosen STIE Malangkucecwara untuk meningkatkan pengetahuan anggota Posdaya Kreatif.
“Dengan adanya Posdaya alhamdulillah kami mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Kami juga diundang ke STIE Malangkucecwara jika ada acara mengenai Posdaya,” ujar Yuli.
Jadi, setelah datang ke sana, pihaknya juga diajari mengenai ragam pemberdayaan untuk menambah wawasan.
Menurut Yuli, saat ini pemberdayaan yang ada di tempatnya lebih pada penyaluran hobi dari para ibu. Mulai dari yang memiliki usaha salon, membuat kerajinan dari kain flanel, maupun rajut.
“Kalau saya sendiri lebih tertarik membuat kerajinan dari daur ulang seperti dari kain perca, sampah, maupun bikin bros, atau memanfaatkan kain celana jeans bekas untuk digunakan sebagai sampul buku catatan,” terangnya.
Tidak hanya itu, mayoritas ibu-ibu di sini punya kemampuan dalam hal kuliner meskipun tidak terlalu ahli. Tapi mereka mau berusaha untuk membuat aneka kuliner yang kemudian kerap di jual di bazar dan yang paling rutin takjil Ramadhan bulan puasa.
“Jadi setiap memasuki momen bulan puasa, ibu-ibu di sini pada pagi hari membuat masakan untuk kemudian pada siang hingga sore hari dijual untuk takjil berbuka puasa dan alhamdulillah omzetnya lumayan,” ucapnya. Kalau dulu yang jualan takjil hanya sedikit, tapi kalau sekarang sudah banyak yang berjualan takjil.
Sementara itu, disampaikan Yuli, dengan berjalannya pemberdayaan ibu-ibu melalui berbagai jenis usaha yang dilakukan tersebut, dapat menambah pemasukan untuk membantu perekonomian keluarga.
“Jadi tujuan dari pemberdayaan bukan untuk menjadikan ibu-ibu sombong karena bisa memiliki penghasilan sendiri, tapi agar ibu-ibu bisa lebih percaya diri. Kami berharap ke depan pihak STIE Malangkucecwara bisa kembali memberikan pelatihan dan pendampingan sehingga kegiatan Posdaya Kreatif bisa terus berjalan,” tutupnya.
