Pesan Agama di Balik Film ‘Syirik’

JAKARTA – Kehilangan pekerjaan karena di-PHK, memang membuat Romy yang diperankan dengan sangat meyakinkan oleh Guntur Triyoga menjadi gelap mata. Dampaknya ia tak bisa berpikir jernih, stress hingga nyaris menjadi gila.

Apa pun dilakukan demi mendapatkan harta, agar kaya raya. Bahkan, ia lewat jalan pintas pesugihan, yaitu persekutuan dengan setan. Demikian yang mengemuka dari film ‘Syirik’.

Adegan awal film ini, Romy dan Lady, istrinya (Nadhira Hill) menempati rumah baru. Begitu sampai rumah baru itu, Romy tampak begitu bahagia mendapatkan rumah baru itu yang merupakan hasil jerih payahnya sendiri bekerja keras membanting tulang demi Lady, istri tercinta. Sedangkan, Lady tampak begitu bingung seperti memikirkan sesuatu. Ia seperti merasakan atmosfir lain dari suasana seputar rumah baru itu.

Tiga tahun pernikahan tidak memperoleh anak membuat pasangan muda itu menjadikan rumah baru sebagai semangat baru untuk “membuat anak”. Barang-barang pindahan belum selesai dibereskan untuk ditempatkan di rumah baru itu, Rony sudah buru-buru membopong Lady untuk segera masuk ke dalam kamar dan melakukan hubungan intim. Hal itu terdengar dari desahan dan jeritan di balik pintu yang tertutup.

Kemudian, hari demi hari mereka menempati rumah baru itu sampai ada kabar gembira, bahwa Lady hamil. Hal itu membuat Romy sangat senang sekali dan memanjakan Lady dengan semakin penuh rasa cinta dan kasih sayang. Pasangan muda itu tampak semakin menunjukkan kebahagiaan dan mereka merasa pilihan pindah ke rumah baru sebagai sebuah anugerah karena membuat Lady akhirnya hamil.

Sayangnya, kebahagian mereka tak berlangsung lama, karena tiba-tiba Romy terkena PHK. Perusahaan tempatnya bekerja colaps, sehingga mengurangi karyawan dan yang dikeluarkan salah satunya adalah Romy. Betapa Romy sangat stres. Tapi, Lady sebagai istrinya, menghibur dan membesarkan hati Romy, bahwa masih banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga Romy.

Romy mempermasalahkan PHK yang menimpa dirinya di saat ia akan punya anak, yang tentu membuatnya stres, karena biaya kehidupannya akan semakin membengkak.

Lady kini menyarankan, kalau perlu rumah barunya dijual tidak apa-apa. Karena Lady sudah merasa tidak kerasan tinggal di rumah yang penuh kejadian aneh. Mendengar saran rumah dijual, Romy tentu tersinggung dan naik pitam serta kemudian mulai membentak-bentak Lady.

Besoknya, Romy bertingkah aneh makan nasi dengan lauk pauk seadanya tidak mau hingga piring pun dimakan. Hal itu membuat Ladi sangat ketakutan. Rupanya, Romy kerasukan iblis jahat, sehingga apa yang diperbuat di luar kebiasaannya, bahkan sangat mengerikan, makan piring hingga mulutnya berdarah. Malamnya, Romy menuruti suara gaib yang menyuruhnya datang ke gudang belakang rumah. Di situlah, ia makan bangkai ayam.

Pada saat pasangan suami-istri itu sudah tidak harmonis lagi, datang seorang nenek yang mengingatkan Lady untuk tidak menjadi korban dari perjanjian buyutnya dengan setan. Perjanjian untuk kaya raya kembali, dengan mengambil janin keturunannya lewat Romy yang jauh dari Tuhan.

Iblis merasuki Romy untuk mengambil janin yang sedang dikandungnya. Atas permintaan Romy, Lady mengusir nenek yang mengaku-aku nenek kandung Lady. Hal itu dengan alasan nenek yang membuat Romy bertingkah aneh-aneh.

Ketika nenek sudah pergi menjauh dari rumah itu, Romy yang dirasuki iblis bertingkah semakin lebih aneh lagi. Mulai dari mau makan tangannya sendiri, sampai hendak makan benih yang dikandung Lady.

Lady tentu saja tidak mau dan berusaha lari sekencang mungkin. Lady berlari menembus perkebunan teh yang luas sampai ke pinggir jalan dan ketika akan istirahat di sebuah penginapan, Lady diusir.

Saat seorang petugas mau mengusir Lady, tampak diketahui kawan lamanya Marwan (Farid Ongky) yang kebetulan sedang makan bersama temannya. Marwan ternyata kini sudah menjadi ustadz ahli ruqyah. Hal ini menjadi kebetulan bagi Lady, karena suaminya kerasukan iblis, sehingga perlu diruqyah. Lady mengajak Marwan ke rumah. Akankah Lady dengan bantuan Ustadz Marwan dapat menyelamatkan janinnya dari iblis?

Film arahan sutradara Faridsyah Zikri ini cukup menegangkan dari awal hingga akhir. Faridsyah yang dulu dikenal sebagai Ongky dalam sinetron ‘Kecil-Kecil Jadi Manten’ itu tak hanya menjadi sutradara, tapi juga produser dan penulis skenarionya.

Ia memang cukup bagus dalam membuat film horor ini dengan adegan-adegan yang menegangkan, tapi dari segi cerita masih kurang kuat. Perlu riset mendalam bagaimana pesugihan itu.

Akting Guntur Triyoga memang tampak sangat meyakinkan sebagai seorang yang stres dan dirasuki iblis. Ia tampak tak canggung makan piring hingga mulutnya berdarah. Juga ketika makan bangkai ayam. Guntur tampak begitu menjiwai perannya sebagai Romy. Hanya saja, kadang ia berlebihan saat marah dan teriak-teriak.

Sedangkan, Nadhira Hill cukup bagus juga aktingnya. Ia tampak tak canggung saat disiksa Romy, suaminya. Bahkan, ia tampak natural dalam ekspresi ketakutannya dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Wajah cantik indonya mendukung sekali sebagai pemeran utama dalam film ini, menarik perhatian penonton sepanjang film berlangsung. Ia menjadi magnet dalam film ini.

Ada pun para pemeran pendukung, seperti Mitha The Virgin menjadi pemanis dan juga mengisi soundtrack film ini. Kemudian, Shinta Devayani, cukup memperkuat film ini. Hanya saja kostum putih-putih yang dikenakannya terasa janggal. Ia memang bisa membuat bulu kuduk penonton merinding. Malam-malam memakai kostum putih-putih yang mengarah pada kostum peran setan dan cukup membikin penonton penasaran.

Tahun ini, tampaknya film horor masih mendominasi seperti pada 2017. Tapi, tak banyak cerita film horor yang menyebarkan syiar agama. Namun, film ini mencoba menyebarkan syiar dalam cerita yang dikandungnya. Syirik memang merupakan dosa terbesar yang tak diampuni oleh Tuhan sebelum pelaku bertaubat. Film ini, bahkan menggambarkan dengan gamblang ruqyah secara syar’i, sesuai ajaran Islam.

Lihat juga...