Pemprov DKI Telah Menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Blok G Tanah Abang
JAKARTA —- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan merelokasikan pasar Blok G Tanah Abang ke lahan milik PT Astana. Selama Gedung Blok G dirobohkan, pedagang akan direlokasikan ke sebuah lahan di sebelah Hotel Pharmin.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ini dirinya sudah mendekati fase akhir dengan lahan tersebut untuk menampung 900 pedagang kecil.
“Insha Allah kita sedang mendekati fase akhir dengan lahan di sebelah hotel Pharmin untuk menampung sementara pedangang kecil,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (25/1/2018).
Dia menargetkan waktu selama 1 atau 2 minggi negosiasi antara PT Astana dengan Pemprov berhasil. Jadi pedagang tersebut akan direlokasikan sementara dan desain untuk menampung sekitar 850 pedagang.
“Jadi yang kita inginkan adalah solusi jangka menengah dengan merelokasikan teman-teman (pedagang) yang ada di Blok G. Mohon doanya dalam 1 atau 2 minggu ini jadi akan didesain bahwa ini bisa menampung sekitar 850 pedagang, ada sedikit optimalisasi,” tuturnya.
Sandi mengatakan gedung Blok G ini sudah berdiri selama 30 tahun. Lanjutnya, bahwa dari beberapa titik ada dua yang tidak terawat dan sudah tidak layak pakai. Kemudian dia berencana nantinya Blok G akan dibangun pasar terintegrasi berkonsep transit oriented development (TOD). Di mana nantinya akan ada rusun yang dibangun di atas pasar. Tak hanya itu depo light rail transit (LRT) juga akan dibangun di kawasan niaga.
“Blok ini gedungnya sudah 30 tahun berdiri dan di beberapa titik tidak terawat dan sudah tidak layak pakai. Aktivitas jual beli lantai 4 sangat sepi,” ucapnya.
Dia akan membangun tiga lantai untuk menampung sementara para pedagang Blok G Tanah abang yang berbentuk bangunan semi permanen.
“Bangunan itu akan di bangun semi permanen dengan steel structure (menggunakan baja ringan) tapi sangat layak,” ungkapnya.
Bangunan denga struktur seperti itu dapat dibangun dalam waktu dua hingga tiga bulan yang akan memuat 832 pedagang. “Ini sangat layak bisa digunakan untuk tiga tahun,” paparnya.
Mengenai anggaran pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Blok G Pasar Tanah Abang sekitar Rp20 miliar dengan luas sekitar 5.000 square meters.
“Total anggaran sekitar Rp20 miliar, luasnya sekitar 5.000 square meters (5 hektare). dan bisa menampung 832 pedagang.
Sandi, lanjutnya rencana relokasi pedagang Blok G Tanah Abang telah direncanakan sejak tahun 2016 tapi masalah pengadaan lahan menjadi salah satu kendalanya. Menurut dia ini bisa mengetuk fase kedua dari penataan Tanah Abang.
Pada 2018 ini, kata Sandi, penyediaan TPS ada di kuartal pertama kontruksinya mulai dari kuartal 2 da kuartal ke-3 dan kuartal ke-4 dan pembangunan Blok G sendiri dimulai awal tahun 2019 mendatamg.
“Di tahun 2019 langsung skybridge yang pernah dijanjikan, karena do sky bridge itu still structure mudah-mudahan waktu bersamaan di 2018 ini bisa dibangun,” imbuhnya.
Dia berharap dengan selesainya skybridge pedagang bisa menempati bangunan tersebut. Tidak ada lagi kemacetan seperti saat ini karena sudah tertata rapi dan tidak akan merebut hak-hak penjalan kaki maupun moda transportasi.
“Insha Allah jalannya bisa kembali seperti sedia kala tanpa menserabut lahan pekerjaan buat para pedagang kecil dan juga tanpa menserabut hak-hak penjalan kaki maupun juga keinginan kita untuk menginterasi moda transportasi,” paparnya.
Untuk mengantisipasi mengenai pendapatan pedagang yang menurun karena direlokasi, Sandi mengaku sudah mencoba memberikan insentif dan bantu pemasaran dengan cara wisata shopping bag.
“Kita mencoba berikan insentif dan bantu pemasaran kita ingin ada wisata shopping bag. Kemarin kami kedatangan tamu dari Kedutaan Besar Malaysia. Mereka mau bekerjasama dan mau dukung, kalau acara mungkin insentif atau ada sedikit dorongan buat wisatawan yang berbelanja dari Malaysia,” bebernya.