Pembangunan Poliklinik Tiga Lantai di Maumere Capai 80 Persen
MAUMERE – Pembangunan poliklinik tiga lantai di RSUD TC Hillers Maumere yang dikerjakan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp26 miliar, memasuki tahap akhir sekitar 80 persen sehingga akhir Januari 2018 bisa diresmikan.
“Sebagai rumah sakit rujukan di daratan Flores, tentu kami harus berbenah dan pembangunan poliklinik ini merupakan salah satu upaya peningkatan sarana pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” sebut Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Y. Francis, MPH., Jumat (5/1/2018).

Menurut Clara, lantai satu bangunan tersebut akan diperuntukkan bagi poliklinik spesialis dan fisioterapi ,sedangkan lantai dua dipergunakan untuk poliklinik spesialis, poliklinik eksekutif dan ruang hemodialisa. Lantai tiga dipergunakan sebagai ruang direktur, kepala bidang dan aula atau ruang pertemuan.
“Untuk poliklinik eksekutif, nantinya akan diperuntukkan bagi dokter spesialias dari Jawa dan Bali yang melakukan praktek sore di RS TC Hillers dan akan melakukan pelayanan kesehatan secara rutin,” jelasnya.
Pembangunan poliklinik tiga lantai ini, lanjut Clara, merupakan tahap pertama dari lima tahap pembangunan rumah sakit milik Pemda Sikka, di mana anggaran yang disediakan mencapai 170 miliar rupiah, baik dari APBN maupun APBD Sikka.
“Sesuai master plan, pembangunan rumah sakit akan terdiri dari lima tahap yang diperkirakan memakan anggaran Rp170 miliar. Tahap kedua direncanakan berlangsung pada 2018 menggunakan anggaran Rp41 miliar, sehingga rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit tipe B,” terangnya.
Yani Making, salah seorang anggota DPRD Sikka, menyatakan sangat mendukung langkah perbaikan pelayanan dan sarana prasarana yang ada di rumah sakit milik pemerintah ini secara bertahap. Ia berharap, tenaga dokter spesialis yang masih kurang seperti dokter spesialis mata, paru-paru, kelamin, jantung dan lainnya bisa segera ditambah. Juga manajemen obat-obatan harus dibenahi, agar jangan ada lagi rumah sakit ketiadaan stok obat.
“Sebagai rumah sakit rujukan, tentunya upaya yang dilakukan harus didukung dan kami dari dewan juga mendukung langkah tersebut. Direktur baru yang memiliki latar belakang manajemen diharapkan bisa membawa rumah sakit daerah ini menjadi rumah sakit tipe B dan memiliki kualitas layanan terbaik di Flores,” harapnya.