Pembangunan Bendungan Raknamo NTT Cepat Selesai
KUPANG – Pembangunan Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa berlangsung cepat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor.
Salah satu yang paling utama adalah, lancarnya pembebasan tanah. “Bendungan Raknamo mulai dibangun Januari 2015 dan dijadwalkan selesai Januari 2019. Ternyata bisa selesai Desember 2017,” kata Basuki Hadimuljono ketika meninjau Bendungan Raknamo di Kupang, Minggu (7/1/2018).
Raknamo merupakan bendungan pertama yang dibangun dari target 49 bendungan baru dari pemerintahan Presiden Jokowi-Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembangunan bendungan Raknamo menelan anggaran lebih dari Rp710 miliar. Bendungan tersebut berkapasitas 16 juta meter kubik memiliki manfaat bagi irigasi dan air baku bagi warga Kupang.
Lahan irigasi yang bisa diairi Raknamo mencapai 1.250 hektare. Sementara untuk air baku penyediaannya bisa mencapai 0,10 meter kubik per detik. Bendungan tersebut juga memiliki potensi tenaga listrik hingga sekira 0,2 megawatt (MW).
Lebih lanjut menurut Basuki, pembangunan bendungan juga disengaja agar lokasi tersebut juga bisa menjadi destinasi wisata. Seperti ada pembangunan ruang publik luas untuk masyarakat yang ingin melihat bendungan. “Ini dirancangnya ada sentuhan Yori Antar (arsitek terkemuka dari Jakarta),” ucapnya.
Menurut Basuki, salah satu sebab pembangunan Bendungan Raknamo dipercepat antara lain karena faktor iklim dan kondisi geologis tanah yang tidak bermasalah. Selain itu, faktor penting lainnya adalah sama sekali tidak ada masalah terkait pembebasan lahan yang biasanya kerap ditemui di sejumlah proyek lainnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga telah mengapresiasi cepatnya pembangunan Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. “Mereka sangat cepat membangunnya, buktinya saat ini sudah mau selesai,” katanya kepada wartawan di Kupang pada 31 Oktober 2017 lalu. (Ant)