Pantai Medana Lombok dan Maqam Amaq Dana yang Dikeramatkan

LOMBOK — Selain tiga Gili, Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air sebagai objek wisata andalan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) juga memiliki sejumlah objek wisata alam maupun pantai yang indah dan eksotolik.

Pantai Medana, adalah satu dari sejumlah objek wisata pantai dimiliki Pemda KLU dan senantiasa ramai kunjungan setiap libur akhir pekan, baik masyarakat sekitar maupun wisatawan.

Pantai Medana sendiri terletak di Dusun Teluk Dalem, Desa Medana, Lombok Utara. Dengan air laut yang cukup tenang dikelilingi perbukitan hijau dan deretan pohon kelapa.

“Menjadikan pantai Medana, selain indah juga teduh saat musim kemarau sekalipun, karena terdapat banyak pohon kelapa dan pepohonan lain lain di sekitar pantai yang menaungi,” kata Dimas Warga Desa Medana Lombok Utara, Minggu (7/1/2018).

Cerita Amaq Dana

Di balik keindahan dan pesona alam dimiliki pantai Medana sendiri tersimpan cerita yang berkembang dari masyarakat setempat. Tentang kisah seseorang tokoh agama bernama Amaq (ayah/bapak) Medana.

Selain dikenal sebagai tokoh agama dihormati, Amaq Dana juga dikenal sebagai sosok kaya raya dan dermawan terhadap masyarakat Lombok Utara.

“Bahkan saking dermawanannya, seluruh harta baik berupa hasil pertanian, perhiasan, ternak dan harta lain dimiliki Amaq Dana banyak dihabiskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan,” tutur Dimas.

Berdasarkan legenda yang berkembang di masyarakat, disebutkan bahwa hiasan alam berupa batu dengan berbagai bentuk yang ada di sekeliling Pantai Medana diyakini sebagai perwujudan harta kekayaan Amaq Dana yang berubah menjadi batu.

Dimas saat berlibur di pantai Medana Lombok Utara/Foto: Turmuzi

Di atas punggung bukit pantai Medana, Lombok Utara, maqam Amaq Dana yang dikeramatkan masyarakat setempat disemayamkan dan hingga kini senantiasa diziarahi, menggelar zikir dan do’a keselamatan serta keberkahan.

Haerani, warga asal Kota Mataram mengatakan, liburan paling asik di pantai Medana adalah saat pagi maupun sore hari, bisa menyaksikan terbit dan tenggelamnya matahari dari balik perbukitan yang mengitari pantai Medana.

“Waktu sore hari paling indah, lihat mentari merah keemasan yang hendak tenggelam dibalik bukit sambil mandi atau sekedar bermain pasir,” katanya.

Terlepas apakah benar atau tidak cerita rakyat tentang legenda Makam Medana, namun yang jelas obyek wisata bahari yang dikenal dengan nama Medan Bay Marina setiap hari ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bahkan tidak sedikit di antara pengunjung terutama yang menggunakan kapal pesiar kecil yang menginap di hotel yang ada di Medana.

Lihat juga...