Manfaatkan Limbah Kelapa Menambah Penghasilan

LAMPUNG — Usaha kecil pembuatan kopra dari kelapa dalam dan hibrida yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, kerap menghasilkan limbah serabut kelapa, batok kelapa hingga air kelapa.

Usman (40), mengungkapkan, dengan harga kopra kering berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 bahkan pernah mencapai Rp9.000 per kilogram, dirinya tetap berusaha memperoleh penghasilan tambahan dari limbah pembuatan kopra dan mendukung sektor usaha kecil lain.

Limbah pengolahan kopra, menurut Usman, diperoleh dalam beberapa tahap, di antaranya saat proses pemecahan butir kelapa, limbah air kelapa ditampung dalam bak khusus dan dikumpulkan dalam puluhan jerigen untuk bahan baku pembuatan nata de coco.

Selain air kelapa, limbah berupa batok kelapa selain bisa dipergunakan sebagai bahan bakar pengasapan untuk pengeringan kopra juga bisa dijual sebagai bahan pembuatan arang kelapa.

“Meski harganya tidak terlalu tinggi, namun dari limbah yang dihasilkan saya bisa memperoleh uang tambahan untuk menutup biaya operasional karyawan yang ikut bekerja, sekaligus mengurangi pencemaran akibat limbah jika terbuang di sekitar lokasi usaha kami,” terang Usman, pemilik usaha pembuatan kopra di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (16/1/2018).

Usman menyebut, harga air kelapa sebagai bahan baku pembuatan nata de coco saat ini dijual seharga Rp3.000 per jerigen lebih murah dibandingkan dengan harga jual air kelapa di sejumlah pemilik usaha kopra lain dengan harga Rp4.000 per jerigen, dengan isi 20 liter air.

Dengan 100 jerigen, dirinya membutuhkan 1.000 lebih butir kelapa yang dipecah, dan 100 jerigen dijual seharga Rp300.000, yang diambil oleh pembuat nata de coco atau agar-agar dari air kelapa.

Pemanfaatan limbah air kelapa menjadi bahan baku nata de coco, sebut Usman, dimanfaatkan oleh dua pembuat nata de coco di Kecamatan Ketapang dan Penengahan, dengan pesanan sepekan masing-masing 50 jerigen. Selain bisa ikut membantu membersihkan lokasi dari limbah air kelapa, hasil penjualan air kelapa tersebut bisa dipergunakan untuk biaya makan, minum sehari-hari para pekerja yang ikut memproduksi kopra.

Selain air kelapa, kelapa butir  menghasilkan batok kelapa usai dicungkil untuk pengambilan daging buah sebagai kopra, setelah digarang melalui pengasapan. Semula batok kelapa yang dalam sepekan mencapai puluhan kubik tersebut hanya dibakar untuk proses pengasapan dalam ruang penggarangan. Namun, sejak ada usaha pembuatan arang menjadi briket batok kelapa memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Sekarang sudah kerap dipesan pembuat arang batok kelapa dengan pembelian sistem kubikasi diambil sendiri, sehingga kami tak perlu repot membuang limbah batok kelapa,” beber Usman.

Batok kelapa yang dijual ke pemilik usaha pembuatan arang batok kelapa dengan harga jual Rp50.000 per kubik tersebut, juga kerap dibeli oleh pemilik usaha kuliner di sepanjang Jalan Lintas Sumatera untuk proses pembakaran bahan kuliner ikan dan ayam bakar. Hasil penjualan limbah batok kelapa ikut memberi penghasilan tambahan dalam usaha pembuatan kopra miliknya.

Sulis Fatoni (37), warga Desa Sri Pendowo, Kecamatan Ketapang, saat dihubungi menyebut saat ini kebutuhan air kelapa bahan pembuatan nata de coco masih cukup tinggi, seiring permintaan dari perusahaan pembuatan minuman terbuat dari nata de coco yang bekerja sama dengan pemilik usaha kecil seperti dirinya.

“Permintaan akan semakin tinggi menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, karena minuman berbahan nata de coco sangat digemari,” beber Sulis Fatoni.

Air kelapa yang bagus untuk substrat pembuatan nata de coco dengan bantuan acetobacter xylinum tersebut, mudah diperoleh dari sejumlah pemilik usaha kopra. Selama perkebunan kelapa sekaligus pengusaha kopra berjalan, maka bahan baku pembuatan nata de coco masih akan terpenuhi.

Mendapatkan permintaan nata de coco yang masih berbentuk lembaran dengan pesanan rata-rata 10 ton per bulan, disebutnya akan semakin meningkat hingga 20 ton per bulan saat menjelang bulan Ramadan.

Menggunakan teknik tradisional dalam pembuatan nata de coco, ia menyebut cukup terbantu dengan lancarnya pasokan air kelapa dari Kecamatan Ketapang, Bakauheni dan Penengahan.

Lihat juga...