Di Bali, Warung Khas Jawa Timuran Diminati
DENPASAR – Warung Tegal (Warteg), nama ini mungkin sudah familier di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di Pulau Jawa. Warteg ini pada umumnya merupakan warung nasi yang memiliki bermacam menu ikan serta sayuran, namun dengan harga yang relatif cukup murah.
Di Bali, khususnya di kota Denpasar juga terdapat Warteg yang tersebar hampir di seluruh pelosok kota yang menjadi ibukota provinsi Bali ini. Terutama di tempat-tempat yang banyak dihuni oleh masyarakat, seperti tempat kos, pertokoan dan pabrik serta tempat wisata.
Namun, yang terkenal di Bali bukan Warteg, namun warung Banyuwangi, Warung Bondowoso serta warung-warung khas Jawa Timuran pada umumnya. Warung makan ini selalu ramai dikunjungi oleh para pembeli yang kebanyakan warga pendatang ini.
Seperti yang terlihat di Warung khas Bondowoso, misalnya. Warung ini selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Waidah, pengelola warung makan ini menjelaskan, di warungnya terbilang cukup lengkap menjual aneka menu ikan dan sayuran layaknya warteg. Harganya pun terbilang relatif cukup murah.
“Alhamdulillah, setiap hari warung kami selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Untuk lauk relatif cukup bervariasi mulai dari ikan laut, ayam, ikan tawar dan beberapa jenis sayuran”, ujar wanita 20 tahun ini, Selasa (16/1/2018).
Untuk satu porsi, ia mengaku menjual mulai dari kisaran Rp6.000 hingga Rp15.000 tergantung jenis lauk yang digunakan.
Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual 1.000 porsi dalam sehari dengan waktu buka 24 jam dengan omzet keuntungan jutaan rupiah dalam setiap hari. Dan, berkat penjualan warung nasi miliknya, ia mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta sanak famili dan tetangganya dengan ikut serta mempekerjakan mereka di warung yang dirintisnya sejak tiga tahun terakhir.
“Kami juga mempekerjakan saudara dan tetangga dari kampung. Total kami memiliki 10 pekerja yang terdiri dari empat pelayan, empat tukang masak dan dua orang kasir”, ucap wanita yang masih single ini.