KPU Karanganyar Diminta Cermati Perubahan Kependudukan dalam Proses Coklit
SOLO — Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) maupun Kepala Daerah (Pilkada).
Ketua Banwaslu Karanganyar, Kustawa Esye menjelaskan, petugas harus lebih cermat dan teliti dalam proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih tetap (DPT). Sebab, tahapan coklit inilah yang nantinya menjadi pijakan dalam penetapatan DPT yang digunakan untuk pemilu, baik Pilgub maupun Pilkada.
Alasan pihak Banwaslu meminta petugas Coklit lebih cermat tak lain adanya perubahan terhadap warga, baik yang sudah meninggal dunia, pendatang baru, maupun pindah penduduk. Jika tidak cermat, dikhawatirkan output dari coklit akan menjadi persoalan di kemudian hari.
“Kalau proses coklit dilakukan dengan cermat, maka hasilnya pun juga akan akurat. Tentu ini untuk antisipasi persoalan yang timbul di kemudian hari,” papar Kustawa, Sabtu (20/1/2018).

Menurut dia, keterlibatakan Banwaslu dalam proses coklit juga tak lain untuk memastikan salah satu tahapan Pilkada itu berjalan dengan lancar. Banwaslu juga mengimbau masyarakat juga ikut terlibat agar tidak ada yang tercecer dari DPT yang dicocokkan oleh KPU.
“Bagaimanapun DPT menjadi persoalan yang sangat urgen. Sering kali gugatan muncul sampai di Mahkamah Konstitusi (MK) ditimbulkan dari DPT yang tidak akurat. Kami (Banwaslu) juga bertindak untuk memastikan tidak adanya warga tercecer dari DPT,” tekannya.
Hari pertama Coklit yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari KPU Karanganyar, bersama Banwaslu mendatangi masing-masing pasangan bakal calon (balon), baik Bupati maupun Wakil Bupati Karanganyar.
Mulai dari bakal pasangan calon Juliatmono dan Rober Christanto; Rohadi Widodo dan Ida Retno Wahyuningsih, serta tokoh masyarakat Karanganyar Ki Manteb Sudarsono.
“Alhamdulillah hari pertama coklit tidak ada kendala, dan berjalan dengan lancar,” tandas anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Karanganyar, Muhammad Maksum.