BANDUNG — Curug Cinulang, air terjun setinggi lebih kurang 10 meter yang berada di desa Tanjung Wangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Beberapa hal dikeluhkan pengunjung, di antaranya sampah yang berserakan hingga infrastruktur yang belum mendukung.
Padahal jika dikelola dengan baik tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri, terutama dengan keindahan air terjun serta kesejukan alam sekitar.
Salah seorang pengunjung, Rindi (21) yang didampingi temannya, Sifha (21), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dari Setia Budi Kota Bandung menyayangkan, keindahan yang terdapat di Curug Cinulang harus ‘ternoda’ dengan sampah yang berserakan.
“Tempat wisata bagus tapi tidak dikelola dengan baik,” ucap Rindi, saat keduanya sedang menikmati air terjun, Minggu (21/01/18).

Ia mengharapkan objek wisata tersebut mendapat perhatian lebih dari pemerintah atau masyarakat setempat. Terutama dalam penanganan sampah dan juga sarana dan prasarana lainnya. Apalagi setiap pengunjung dipungut biaya sebesar Rp5 ribu per orang, dan parkir untuk kendaraan Rp5 ribu.
“Kalau dilengkapi dengan taman serta spot untuk swafoto tentunya menambah daya tarik. Selain itu, jalan menuju lokasi air terjun juga perlu diperhatikan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, ketua Karang Taruna Desa Tanjung Wangi, Erpiek (32) mengakui bahwa lokasi tersebut masih belum terkelola dengan baik.
“Tidak dipungkiri memang begitu adanya, fasilitas yang masih minim, jalan menuju air terjun juga membahayakan,” katanya.
Namun terkait sampah, Erpiek membantah sampah tersebut berasal dari objek. Ia menyebutkan sampah tersebut berasal dari warga yang berada di atas (Warga Tanjung Wangi) yang masih membuang sampah sembarangan.
” Padahal masing-masing sudah dibekali tempat sampah,” ujarnya.