Kadis Kesehatan Bali: Kasus DBD di Bali Menurun 94 Persen

DENPASAR — Jumlah kasus Demam Derdarah Dageu (DBD) yang terjadi di Pulau Bali selama kurun waktu 2017 cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya pada 2016.

Dari catatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali penurun terjadi sekitar 94 persen dari 500 per 100 ribu penduduk menjadi 30 per 100 ribu penduduk.

“Tahun ini sudah menurun dibanding tahun yang lalu. Hal itu terjadi karena kamu lakukan beberapa antisipasi,” ucap Ketut Suarjaya selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (19/1/2017).

Antisipasi, lanjut Suarjaya yang dilakukan seperti pemberantasan nyamuk (tsn), promosi kesehatan dan survelling penyakit dan bahkan yang terbaru pihaknya sudah melakukan reset vector nyamuk.

“Kita sudah melakukan antisipasi karena tahun lalu kan meningkat sekali kasusnya. Berdasarkan pengalaman itu, kita jadi bekerja keras untuk menekan kasus yang terjadi pada musim hujan tersebut. Sekarang sudah ada hasilnya dengan menurunnya jumlah kasus DBD,” ujar Suarjaya.

Pada 2016 lalu, tercatat hampir semua daerah yang mengalami kasus DBD, akan tetapi ada tiga Kabupaten yang paling parah yaitu Kabupaten Badung, Karangasem dan Buleleng. Dari kasus 2016, dengan jumlah kasus sebanyak 500 per 100 ribu penduduk tersebut tercatat sekitar ada sekitar 20 pasien yang meninggal.

“Kami juga melakukan hal serupa terhadap saudara kita yang dipengungsian. Beberapa tindakan seperti perilaku hidup sehat dipengungsian kami jaga. Fogging terus menerus juga dilakukan cek kesehatan dan beberapa antisipasi lainnya karena mereka sangat rentang sekali terjangkit penyakit DBD karena tinggal di tempat terbuka,” tutup Suarjaya.

Lihat juga...