Bulog Divre Sumbar Gelontorkan 12 Ton Beras Medium
PADANG — Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatera Barat (Sumbar) mendistribusikan 12 ton beras medium dalam kegiatan operasi pasar (OP) di empat pasar di Kota Padang, Rabu (10/1/2018).
Staf Ahli Bidang Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Dody Edward, yang turut hadir dalam pelepasan OP di Padang, mengatakan, OP yang dilakukan tersebut untuk menjaga stabilitas harga beras di Sumbar, yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

“Di Sumbar ada dua kota yang digelar OP. Untuk Padang dari kebutuhan yang diajukan ada 12 ton, dan Bukittinggi kita belum tahu berapa banyak beras yang dibutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, pada OP ini beras yang dijual berada di harga Rp9.850 per kilogram. Harga itu lebih rendah dari Harga Enceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan RI. Cara OP-nya, ditempat-tempatkan di toko-toko beras di empat pasar di Padang.
“Jadi, masyarakat bisa mendatangi toko-toko beras yang kita tunjuk untuk mendapatkan beras dengan harga Rp9.850 per kg. Supaya mudah dikenali, kita pasang spanduk, bahwa di toko itu merupakan OP,” jelasnya.
Dody menyebutkan, dengan adanya operasi pasar ini, dapat dipastikan ketersedian beras yang ada di Bulog sangat mencukupi. “Jadi, kita memastikan ketersedian beras mencukupi untuk masyarakat. Bila permintaan pasar tinggi, kita Bulog siap menggelontorkan beras,” katanya.
Untuk itu, waktu operasi pasar tidak ada batasan. Karena, pasokan beras Bulog terus ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Itu operasi pasar ini menyasar baik itu mitra maupun pedagang. Dan, nanti toko maupun pasar akan diberikan label Bulog berupa spanduk, yakni tersedia beras,” ungkapnya.
Pasar-pasar yang ditunjuk di Kota Padang dalam OP itu, yakni Pasar Raya Padang, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Nanggalo, dan Pasar Alai. Sementara di Kota Bukittinggi hanya ada di Pasar Bawah.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengapresiasi operasi pasar Bulog yang menyasar pasar-pasar di dua kota di Sumbar, yakni Padang dan Bukittinggi. Sehingga, kebutuhan beras dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik dapat dikonsumsi masyarakat.
“Operasi pasar ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk terus menjaga stabilitas harga dalam menyikapi gejolak harga yang terjadi dan memenuhi ketersedian beras untuk masyarakat,” katanya.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan agar terus melakukan pemantauan di lapangan dalam meninjau harga dan ketersedian beras. “Untuk itu dapat dikatakan harga di pasaran maupun ketersedian aman, sebab ada Satgas Pangan yang terus melakukan peninjauan ke pedagang dan pasaran,” ucapnya.
Kendati demikian, Nasrul meminta agar OP tidak dilaksanakan ketika masa panen di Sumbar. Diperkirakan masa panen padi di Sumbar pada April atau Mei 2018 mendatang. Hal ini dikarenakan, jika OP tetap dilaksanakan, akan membuat petani yang telah panen, mengalami harga yang murah.
Di kesempatan yang sama, Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik (POPP) Bulog Sumbar, Laswendri, menyatakan, bahwa operasi pasar kali ini, Bulog menyediakan 12 ton beras dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat, yakni Rp9.850 per Kg dengan kualitas beras medium.
“Untuk itu, operasi pasar kali ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran, khususnya beras medium,” katanya.
Ditambahkannya, komoditi beras menjadi salah satu perhatian pemerintah, karena beras merupakan salah satu kebutuhan strategis.
“Stok kita di Sumbar, cukup. Bahkan, pada operasi pasar ini kita gelontorkan semuanya. Baik itu kepada mitra Bulog, pedagang dan tentu masyarakat,” tegasnya.