BPBD NTB Imbau Warga Waspadai Kawasan Rawan Longsor

MATARAM – Bencana longsor yang terjadi di kawasan jalan Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), selain memakan satu korban jiwa, juga mengakibatkan badan jalan lintas Desa Wisata Sembalun menuju Kota Selong Lotim tertimbun longsoran tanah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Rum, mengatakan, kawasan pusuk Sembalun selama ini termasuk salah satu kawasan yang rawan bencana, terutama bencana longsor saat musim hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Rum. -Foto: Turmuzi

“Jalan pusuk Sembalun termasuk salah satu kawasan rawan bencana, karena itu masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari jalan rawan bencana”, kata Rum, di Mataram, Rabu (10/1/2018).

Berdasarkan data BPBD NTB, sejumlah titik di NTB yang kerap menjadi lokasi terjadi bencana dan perlu diwaspadai masyarakat setiap musim hujan, antara lain kawasan hutan pusuk Lestari, Kabupaten Lombok Utara, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Desa Sambelia, jalan kawasan pusuk Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Batukliang Utara dan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah dan kawas hutan Tambora Pulau Sumbawa.

“Semua lokasi tersebut setiap musim hujan kerap terjadi bencana, baik tanah longsor maupun banjir bandang dan berpotensi bisa terjadi kembali pada musim hujan sekarang,” Muhammad Rum.

Ditambahkan, selama musim hujan dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu, apalagi  melewati kawasan rawan bencana, demi keselamatan.

Sebelumnya, pada Rabu 10 Januari, pukul 05.00 WITA, pagi tadi bencana longsor akibat hujan lebat terjadi di jalan raya pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dan mengakibatkan seorang warga Desa Sembalun bernama Egi meninggal, akibat tertimbun material longsor.

Korban Egi bersama dua orang rekannya sedang perjalanan pulang dari pasar Baratais Kota Mataram menuju Sembalun, menggunakan kendaraan roda empat pukul 05.00 WITA dini hari.

Lihat juga...