BPBD Lebak Jamin Stok Logistik Bencana Melimpah

LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menjamin stok logistik kebencanaan di wilayahnya melimpah atau mencukupi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.

“Kami hingga saat ini terus menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang mengalami kebencanaan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu.

Penyaluran logistik hingga kini terus berlanjut karena wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah bencana alam dengan kontur perbukitan, daerah aliran sungai, pesisir pantai juga kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Potensi kebencanaan alam itu di antaranya banjir, longsor, angin kencang, kebakaran, pergerakan tanah, dan gempa tektonik.

BPBD akan menyalurkan bantuan kebencanaan itu dengan diketahui oleh aparat kecamatan dan kepala desa dan kelurahan.

Bantuan logistik itu juga harus ditandatangani aparat kecamatan mengingat logistik kebencanaan menggunakan anggaran pemerintah, yang harus dipertanggungjawabkan.

Para korban kebencanaan itu menerima bantuan logistik berupa kebutuhan bahan pokok, minuman kemasan, peralatan dapur, makanan balita dan ibu hamil, selimut, pakaian bekas, tikar, dan tenda darurat.

“Kami siap menyalurkan logistik guna mengurangi beban ekonomi mereka,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, persediaan logistik melimpah itu melalui bantuan pemerintah daerah, provinsi juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Persedian logistik itu untuk menangani pascabencana guna mengurangi risiko korban jiwa juga dapat mengatasi kerawanan pangan maupun penyakit menular.

Saat ini, stok logistik kebencanaan disimpan di gudang milik BPBD dengan kondisi baik dan steril.

Selama ini, ujar Kaprawi, stok persediaan logistik kebencanaan tidak ada masalah karena mencukupi untuk kebutuhan empat bulan ke depan.

Saat ini, peluang bencana cukup berpeluang karena cuaca buruk masih melanda wilayah Lebak, seperti angin kencang, sambaran petir dan hujan deras.

“Semua stok logistik itu untuk kebutuhan warga yang terkena korban bencana alam agar tidak mengalami kerawanan pangan juga meringankan beban ekonomi mereka,” katanya. [Ant]

Lihat juga...