Berburu “Lukisan Senja” di Pantai Tapak Kera Lamsel
LAMPUNG — Keindahan bahari di wilayah Lampung Selatan seperti tidak ada habisnya. Bentang alam yang menghadap laut Jawa serta Selat Sunda hingga menghadap ke Samudera Hindia menyajikan berbagai pesona, salah satunya Pantai Tapak Kera.
Sumianto (25), seorang pemandu wisatawan menyebutkan, sebutan tapak kera berasal dari bahasa asli Lampung Penapa Kekha dengan makna tempat kera bertapa. Meski saat ini sangat sulit melihat primata tersebut berada di lokasi pantai yang didominasi dengan batu batu tajam tersebut.
“Pantai tapak kera cocoknya bagi penyuka petualangan, fotografer alam liar namun tidak cocok untuk wisata keluarga karena akses yang sulit dan bahkan kendaraan sulit masuk ke lokasi,” terang Sumianto membuka lembar keindahan objek tersebut saat berbincang dengan Cendana News.
Sumianto menyebutkan, biasanya, wisatawan yang berkunjung datang pada siang hari. Namun ada waktu tertentu yang menghadirkan keindahan alam yang sulit untuk dilupakan terutama bagi komunitas atau penghobi fotografi.

“Berburu senja dengan keindahan saat mentari terbenam paling cocok dilakukan satu jam sebelum pukul 18:00 WIB atau menyesuaikan waktu matahari terbenam sekaligus mencari lokasi yang pas menempatkan dudukan tripod kamera,” pungkas Sumianto.
Ditambakan Joni (25), salah satu pengunjung, berburu lukisan alam senja di pantai tapak kera juga tetap harus memperhitungkan faktor cuaca. Saat kondisi musim hujan selain merepotkan akses ke lokasi juga sangat berbahaya ditambah saat kondisi gelombang tinggi melanda wilayah tersebut dengan batu batu karang terjal sehingga dianjurkan memilih waktu saat musim kemarau.
“Paling cocok mendatangi lokasi pantai tapak kera saat musim kemarau ditambah saat laut teduh sehingga keamanan dan kenyamanan bisa diperoleh,” beber Joni.
Suasana berbeda di pantai tapak kera yang menghadap ke arah Barat Samudera Hindia dan Teluk Lampung tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pecinta fotografi.
“Tekhnik low exposure untuk mengabadikan ombak kala senja bahkan bisa digunakan saat mengambil momen menunggu senja,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan, lokasi wisata yang masih alami dan belum dikelola seperti pantai lain di Lampung Selatan dipastikan tidak akan menemui pedagang makanan dan minuman ringan. Cara terbaik dengan membawa bekal dari rumah dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan tanpa membuang sampah di lokasi tersebut.