Bank Sampah Flores Rutin Bersihkan Sampah di Pantai

MAUMERE –  Dalam rangka menjaga agar daerah pesisir pantai dan laut di daerah destinasi wisata terbebas dari sampah, khususnya sampah plastik, Bank Sampah Flores bekerja sama dengan Maumere Snorkeling Community setiap hari Minggu melakukan aksi bersih-bersih sampah.

“Pembersihan sampah baik di pesisir pantai maupun di laut saat melakukan snorkeling dilakukan seminggu sekali setiap hari Minggu. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin agar pesisir pantai di kabupaten Sikka bebas dari sampah,” ujar Direktur Bank Sampah Flores, Wenefrida Efodia Susilowati, Rabu (17/1/2018).

Direktur Bank Sampah Flores, Wenefrida Efodia Susilowati. -Foto: Ebed de Rosary

Saat ditemui Cendana News di kantor Bank Sampah Flores di pantai Paris Lokaria Maumere, Susi, sapaannya, mengatakan, selain seminggu sekali bersama Maumere Snorkeling Community, setiap wisatawan asing yang menginap di Pantai Paris Eco Lodge Home Stay wajib mengangkut sampah di laut yang ditemukan saat snorkeling di perairan Teluk Maumere.

Setiap wisatawan asing yang menginap di tempat ini, sebutnya, diwajibkan membawa sebuah tas plastik yang akan dipergunakan untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan saat kegiatan snorkeling. Para wisatawan asing pun sangat antusias dan mengaku senang ikut terlibat membersihkan sampah.

“Saat hari Minggu tanggal 6 Januari lalu kami dari Bank Sampah bersama wisatawan asing di Pantai Paris Eco Lodge sebanyak 7 orang serta Maumere Snorkeling Community membersihkan sampah di pantai Nangahale, pulau Kojagete dan pulau Babi saat snorkeling,” tuturnya.

Kegiatan yang melibatkan wisatawan asing ini, tambah perempuan yang dijuluki Ratu Sampah Flores ini, merupakan salah satu program di Bank Sampah Flores yang dinamakan I Am Trash Hero, saya pahlawan sampah di mana melibatkan para relawan yang peduli sampah termasuk wisatawan.

“Saat kegiatan tanggal 6 Januari ada 7 wisatawan asing yang terlibat yang berasal dari Prancis, Amerika Serikat dan Spanyol dimana saat menunggu sampah di pantai Nangahale kami memilih sampah. Saat snorkeling setia orang memakai tas di leher sebagai wadah menaruh sampah,” ungkapnya.

Sampah yang dikumpulkan saat kegiatan, kata Susi, sebanyak 5 karung berukuran 50 kilogram dan paling banyak berada di pesisir pantai. Sementara di laut ada yang di atas permukaan laut serta di dasar laut bahkan ada yang tersangkut di karang.

“Kalau bisa pemerintah menyediakan tempat sampah di areal pelabuhan, khususnya dan di tempat wisata. Sayang bila wisatawan tidak berkunjung ke wilayah kita karena banyak sampah apalagi sampah plastik,” tegasnya.

Bila sampah terutama sampah plastik tidak diatasi, tandas Susi, maka suatu wkatu sampah di laut jumlahnya bisa lebih banyak dari ikan. Sampah plastik juga bisa dimakan ikan dan ikannya pun dikonsumsi manusia.

Gilles Courtiau, salah seorang wisatawan asal Prancis mengaku senang terlibat dalam kegiatan ini bersama Bank Sampah Flores dan Maumere Snorkeling Community. Di pulau Flores banyak sekali sampah plastik apalagi di pesisir pantai dan ini sangat disayangkan.

Pulau Flores sangat indah, sehingga kata Gilles sayang kalau masyarakatnya tidak menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Di dalam laut juga masih ditemukan sampah-sampah plastik yang dibuang masyarakat dan menumpuk di saluran air lalu terbawa banjir ke laut.

“Saya sungguh berharap, agar rakyat Indonesia menyadari bahaya sampah khususnya sampah plastik. Wilayah Indonesia sangat indah sehingga harus dijaga dan dilestarikan sehingga tidak menodai keindahan alamnya,” tuturnya.

Lihat juga...