Warga Bantul Terdampak Banjir Mulai Terkena Penyakit Kulit
BANTUL — Sebagian warga terdampak banjir akibat badai Siklon Tropis Cempaka di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai terkena penyakit kulit atau gatal-gatal pada kaki.
“Keluhannya sebagian besar gatal-gatal karena penyakit kulit yang disebabkan kondisi seperti ini,” kata Petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul yang membuka pos pemeriksaan kesehatan di posko relawan Kedung Miri Desa Sriharjo Ika Siti Nuriyah di Bantul, Sabtu (2/12/2017).
Menurut dia, layanan pemeriksaan kesehatan dari PMI Bantul di wilayah Desa Sriharjo Bantul yang terdampak banjir usai diguyur hujan deras karena badai Cempaka pada Selasa (28/11) mulai dibuka pada Jumat (1/12).
Ia mengatakan, dalam sehari setidaknya ada 80 warga setempat yang mengeluhkan gatal-gatal terutama di kaki kemudian kepala pusing, yang oleh petugas medis langsung diberikan obat agar tidak semakin parah.
“Penyakit kulit itu disebabkan karena jamur, itu karena kondisi di daerah sini yang masih banyak genangan air dicampur lumpur. Yang mengeluhkan mulai dari anak, dewasa sampai lansia (lanjut usia),” katanya.
Menurut dia, posko pemeriksaan kesehatan dari PMI rencananya dibuka dalam beberapa hari, akan tetapi belum dipastikan sampai kapan, karena juga berdasarkan asessmen relawan di lapangan. Namun untuk stok obat cukup.
“Untuk persediaan obat banyak, namun yang paling dibutuhkan paracetamol, obat kulit dan vitamin. Untuk saat ini stok obat masih tercukupi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, total kejadian akibat badai Siklon Tropis Cempaka pada Selasa (28/11) ada di sebanyak 245 titik yang berupa banjir luapan sungai, tanah longsor dan pohon tumbang.
Ia menyebut, kejadian tersebut mengakibatkan pemukiman rumah penduduk dan bangunan terendam banjir hingga mengakibatkan sekitar 7.000 jiwa mengungsi, wilayah terdampak paling parah di antaranya di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri.[Ant]