Lapangan Tembak, Tandai Kisah Heroik M Bakri Hasan

MAKASSAR – Untuk meningkatkan kemampuan menembak prajurit TNI kodam XlV/Hasanuddin, Kodam XlV/Hasanuddin telah meresmikan lapangan latihan tembak yang berlokasi di samping lapangan Kodam XlV/Hasanuddin. Lapangan ini langsung diresmikan oleh Pangdam XIV Hasanudin Mayjen TNI Agus SB.

Lapangan yang dibangun di atas lahan seluas 25 M persegi dan diberi nama M. Bakri Hasan ini merupakan gagasan dari Pangdam Mayjen TNI Agus SB. Selain itu juga lapangan ini merupakan buah karya dari prajurit TNI Kodam XIV/Hassanuddin. Lapangan ini mulai dikerjakan dari tahap perencanaan oleh staf umum, pengerjaannya juga melibatkan prajurit Denmadam Yonif Raider 700/WYC, Yonkaf 10/ MDG, Yormed 6, Yonarhud 16, Yonzipur 8/SMG Zidam dan Jasdam XIV/HSN.

Simulasi latihan menembak di lapangan tembak M Bakri Hasan. Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, lapangan tembak ini untuk menyiapkan para prajurit Kodam XIV Hassanuddin meningkatkan kecakapan dan ketrampilan TNI AD khususnya dalam hal menembak.

“Filosofi yang pertama untuk menyiapkan para prajurit Kodam XIV Hasanuddin menjadi jago tembak pistol. Karena menembak itu adalah penyelesaian terakhir dari sebuah pertempuran. Jadi kalau sudah capek naik turun gunung sudah dapet sasaran nggak bisa menembak, percuma saja,” ujar Mayjen Agus SB dalam pernyataan tertulis yang diterima Cendana News Senin (4/12/2017).

Selain itu juga Panglima Kodam Hasanuddin juga ingin Lapangan tembak M. Bakri Hasan bisa menjadi tempat sarana berkomunikasi sosial secara lebih luas.

“Saya katakan dalam pembinaan teritorial ada satu metode bahwa semua prajurit itu harus pandai berkomunikasi. Ini adalah komunikasi dalam level atas. Artinya dengan klub-klub menembak dengan para eksekutif,” ujarnya.

Ada hal menarik dalam peresmian lapangan tembak M. Bakri Hasan. Yaitu pemilihan nama M. Bakri Hasan oleh Mayjen TNI Agus SB sebagai tanda mengenang salah satu prajurit Yonif Raider 700 Wirayudha Cakti Kodam VII Wirabuana, Pratu Anumerta M. Bakri Hasan. Ia merupakan prajurit pemberani yang gugur di Timor Timur saat pertempuran Killing Dround, 22 November 1984, lalu.

“Dia secara heroik masuk di medan juang bersama komandan. Mereka masuk ke wilayah musuh, 12 orang dikepung, di medan yang tidak bagus. Kemudian diperintahkan komandan untuk pindah. Namun dia tidak mau. Katanya dia harus mengamankan temannya. Atas jasanya, pertempuran dimenangkan. Meski Pratu M Bakri Hasan gugur bersama beberapa prajurit lainnya,” jelas Agus, mengenang aksi heroik, kala itu.

 

Lihat juga...