BPBD Bantul: Kerugian Bencana Banjir Ditaksir Lebih Rp50 Milyar

YOGYAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memperkirakan total jumlah kerugian yang diakibatkan bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu lebih dari Rp50 milyar.

Kerugian itu meliputi rusaknya sejumlah infrastruktur pribadi milik warga seperti rumah, ternak maupun infrastruktur umum seperti jembatan, talud hingga jalan.

“Untuk kerusakan jembatan vital ada tujuh buah yang sudah tidak bisa dilalui sehingga harus kita tutup. Untuk kerusakan rumah yang tidak bisa dihuni tidak terlalu banyak, kurang dari 100. Sedangkan untuk talud masih kita data,” Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, Sabtu (2/12/2017) .

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto/Foto: Jatmika H Kusmargana

Cukup masifnya kerusakan yang diakibatkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul harus ditangai dengan memanfaatkan berbagi anggaran baik dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Kabupaten Bantul sendiri, saat ini memiliki dana penanganan bencana sekitar Rp10 milyar dari anggaran tak terduga.

“Harus kita pilih dan pilah mana yang bisa dikerjakan oleh pemerintah Kabupaten Bantul, Provinsi atau Pemerintah Pusat,” ujarnya.

BPBD Bantul sendiri dikatakan Dwi saat ini masih fokus pada upaya penanganan pasca bencana. Baik itu memberikan suplai bantuan logistik pada korban, ‘recovery’ lokasi pemukiman warga terdampak bencana hingga menangani pengungsian.

“Untuk pengungsi saat ini justru sudah mulai kita alihkan ke rumah masing-masing agar lebih tertata, terstuktur sehingga recovery bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bantul sendiri diketahui mengakibatkan sejumlah kerusakan di sebanyak 167 titik lokasi. Sebanyak tiga orang diketahui tewas, yakni Sugiran (50) warga dusun Karangasem, Wukirsari, Imogiri, Sri Astuti (56) warga dusun Pedes, Argomulyo, Sedayu, serta Wakiyem (87) warga dusun Sungapan, Sriharjo, Imogiri.

Sementara total jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di DIY tercatat sebanyak 11 orang. Yakni tiga orang di wilayah Kota Yogyakarta, tiga orang di wilayah Bantul, tiga orang di wilayah Kulonprogo, dan dua orang di wilayah Gunungkidul.

Lihat juga...