ASDP Bakauheni Maksimalkan Operasi Lima Dermaga
LAMPUNG — Proses perbaikan fasilitas Dermaga II Pelabuhan Bakauheni Lampung oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni terus dilakukan dengan melakukan penggantian fasilitas movable bridge (MB) atau jembatan gerak sistem hidrolis penghubung dermaga ke dalam kapal.
Menurut General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Anton Murdianto, proses pembongkaran fasilitas MB membuat operasional dermaga II pelabuhan Bakauheni sementara dihentikan sejak 22 November hingga 12 Desember mendatang. Namun perbaikan itu bisa lebih cepat karena proses pengerjaan sudah memasuki tahap penyelesaian.
Sebagai upaya melayani pengguna jasa penyeberangan sekaligus memperlancar distribusi barang dan orang dari Pulau Sumatera dan sebaliknya PT ASDP Indonesia mengoperasikan Dermaga I, III, VI dan VII dan Dermaga V yang dipergunakan untuk kapal sisipan yang selesai menjalani proses anker dan memasuki jadwal pelayaran.
Sementara dermaga IV sementara masih belum bisa difungsikan karena merupakan dermaga infinity dan tengah mengalami kerusakan.
“Pengerjaan penggantian fasilitas movable bridge memang lebih cepat dari jadwal. Namun harapannya bisa segera digunakan dengan proses uji coba karena jembatan gerak tersebut diupgrade kemampuannya dari semula kapasitas muatan 25 ton menjadi 60 ton demi peningkatan pelayanan pengguna jasa pelayaran menggunakan kendaraan,” terang Anton Murdianto, Senin (4/12/2017)
Selama proses perbaikan fasilitas jembatan gerak tersebut diakuinya tidak menghambat pelayanan jasa penyeberangan di lintas Selat Sunda. Meski pasca terjangan siklon tropis dahlia menyebabkan penutupan operasional Pelabuhan Bakauheni dan Merak pada Kamis malam (30/11) dan arus penyeberangan kembali normal pada Jumat (1/12).
Koordinasi dengan Suyatno selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Bakauheni serta stakeholder terkait. Di antara yang terkait ialah Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Bakauheni ikut membantu kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pasca siklon tropis dahlia dengan pengoperasian kapal kapal besar.
Perbaikan yang diharapkan cepat selesai tersebut diakuinya memperhitungkan tren angkutan barang oleh sejumlah pelaku bisnis ekspedisi barang yang melakukan pendistribusian barang terutama barang non sembako sebelum arus liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Selain faktor tersebut penyelesaian perbaikan fasilitas dermaga dilakukan untuk memperlancar arus penyeberangan yang semakin meningkat menjelang arus libur Natal dan Tahun Baru.
Perbaikan fasilitas movable bridge atau jembatan gerak pada dermaga II Pelabuhan Bakauheni diakui oleh Agung selaku pengurus jasa penyeberangan ekspedisi barang cukup membantu karena dermaga II merupakan dermaga reguler dengan kapal kapal yang diminati oleh pengemudi di antaranya KMP Jatra, KMP Batu Mandi, KMP Dharma Kencana IX dengan fasilitas yang sangat memadai.
Penggantian jembatan gerak diharapkan Agung memudahkan truk miliknya mudah menggunakan dermaga II yang paling dekat dengan tollgate pembelian tiket tersebut.
“Dermaga dua lokasinya paling dekat dengan loket pembelian tiket kendaraan sehingga lebih mudah jika sesuai jadwal pelayanan ditambah kapal kapal yang sandar di dermaga dua memiliki fasilitas yang bagus meski kapal yang lain bagus namun dermaga dua paling dekat dari kantor pengurus ekspedisi,” papar Agung.
Agung menyebut jelang akhir tahun intensitas pengiriman barang pada pekan pertama Desember dari sejumlah kendaraan pengangkut barang mulai meningkat. Pelaku bisnis pengiriman barang memperhitungkan adanya larangan truk barang melintas saat arus liburan Natal dan Tahun Baru dengan prioritas kendaraan penumpang orang.
Selain itu kondisi cuaca yang tidak menentu pada bulan Desember dengan dominasi angin kencang dan gelombang tinggi ikut menghambat waktu pengiriman barang sehingga harus dipercepat sebelum akhir tahun.