Warga Trojayan Gelar Merti Dusun
YOGYAKARTA – Menyambut musim tanam padi pertama, sejumlah warga Dusun Trojayan, Desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, menggelar acara tradisi merti dusun, berupa kirab gunungan. Melalui tradisi budaya ini, warga memohon doa kepada Tuhan YME, agar mendapatkan hasil panen melimpah dan dijauhkan dari hama.
Ketua Panitia, Suwardiono, mengatakan acara merti dusun yang digelar setiap bulan Sapar ini menampilkan sejumlah potensi yang dimiliki, baik berupa kekayaan alam, kesenian maupun adat budaya. Enam buah gunungan berisi hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan diarak warga keliling dusun. Kesenian karawitan, tari-tarian hingga jatilan ditampilkan.
“Kita juga menggelar acara lomba kandang ternak. Sapi indukan terbaik, baik jenis simetal, limosin maupun PO akan dinilai Poskeswan dan diberi gelar juara. Ini untuk memacu warga beternak sapi. Karena mayoritas warga di sini merupakan petani sekaligus peternak,” ujar Suwardiono, Minggu (12/11/2017).

Ia juga menjelaskan, acara merti dusun yang sudah digelar untuk ke-5 kalinya ini sekaligus juga bertujuan untuk mempersatukan masyarakat, dan menjalin kerukunan antar umat beragma. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta masyarakat yang saling asah, asih, asuh, saling menghormati dan mengasihi.
“Enam buah gunungan itu berasal dari sumbangan warga. Masing-masing RT membuat satu buah gunungan. Nantinya gunungan ini akan dibagikan pada semua warga yang hadir,” katanya.