Kalsel Terus Menekan Perokok Aktif
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus menggencarkan bahaya merokok sekaligus menekan perokok aktif di provinsi setempat. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris, mengajak keluarga berperan aktif memproteksi bahaya rokok terhadap anak-anaknya sejak usia dini.
“Dari lingkungan terkecil dulu, keluarga. Kami berkomitmen menekan perokok aktif mulai dari keluarga. Selain itu, kami juga ada Perda yang membatasi ruang gerak perokok aktif,” kata Abdul Haris, saat peringatan ke-53 Hari Kesehatan Nasional di kantor Gubernur Kalsel, Kota Banjarbaru, Minggu (12/11/2017).
Pemprov Kalsel telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesehatan. Pasal 29 beleid itu mengatur pemimpin daerah, baik gubernur, bupati/walikota, dan pimpinan institusi se-Kalsel sesuai kewenangannya menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Larangan merokok ini menyasar fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar/sekolah/pondok pesantren, arena kegiatan anak/tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan sarana perkantoran, dan tempat-tempat umum.
Abdul Haris mengklaim, beleid itu efektif menekan ruang gerak perokok aktif dan menyelamatkan kesehatan perokok pasif. “Siapa bilang Perdanya mandul? Satpol PP terus bergerak memantau KTR, yang ketahuan merokok akan disanksi,” kata Abdul Haris.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, mengatakan, terus mengkampanyekan bahaya merokok, baik melalui regulasi, sosialisasi, dan aneka lomba yang menggugah kesadaran akan bahaya rokok.
Muslim mengakui, ada kesulitan menekan perokok aktif lewat regulasi di tengah oknum pengawal Perda dan pengambil kebijakan yang justru perokok aktif. Itu sebabnya, ia mendorong setiap instansi menyiapkan ruang khusus bagi perokok aktif supaya tidak menggangu kesehatan orang lain.
“Memang agak sulit. Kalau di Dinas Kesehatan, siapa yang ketahuan merokok, kami minta satpam untuk dibawa ke ruang khusus,” kata Muslim.
Selain kampanye bahaya rokok, momentum HKN ke-53 di Kalimantan Selatan juga dilaksanakan gerak jalan sehat, aksi cuci tangan, aksi gosok gigi massal, dan minum jamu massal.
Di sela kegiatan, jajaran pejabat Pemprov Kalsel menggelar telekonferensi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek.
Jusuf Kalla berpesan, supaya Pemprov Kalsel tidak bosan-bosan berkampanye hidup sehat kepada anak-anak sejak usia dini. “Kalsel sudah baik. Gerakan hidup sehat harus ditanamkan sejak usia dini,” kata Jusuf Kalla.