Titiek Soeharto Dorong Pemuda Manfaatkan Lahan Kurang Produktif
YOGYAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi SE mendorong warga desa khususnya pemuda-pemudi karangtaruna, agar mampu memanfaatkan lahan kurang produktif. Yakni dengan melakukan inovasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat desa.
Baca juga: Titiek Dorong Karangtaruna Bantu Kelompok Tani Miliki Badan Hukum
Seperti halnya dilakukan pemuda-pemudi dusun Ngasem Ayu, desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul yang berhasil mengembangkan lahan perbukitan kurang produktif menjadi tempat wisata kebun bunga matahari Gogor Park.
“Saya menyambut baik inisiatif warga dan kaum muda desa Salam ini yang manfaatkan lahan tak terpakai menjadi kebun bunga matahari. Cantik sekali dan memiliki banyak manfaat. Desa-desa lain mestinya bisa datang untuk belajar disini,” ujar Titiek Soeharto saat mengunjungi kebun bunga matahari Gogor Park, Sabtu (25/11/2017).

Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemuda-pemudi dusun Ngasem Ayu, Salam, Patuk, Gunungkidul mengubah lahan perbukitan kurang produktif seluas satu hektar, menjadi tempat wisata kebun bunga matahari Gogor Park.
Baca juga: Bantu Petani Bantul, Titiek Dukung Pemanfaatan Lahan Marginal
Adanya kebun bunga matahari ini diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke desa yang berada tak jauh dari tempat wisata Bukit Purba Nglanggeran ini.

Ketua Pokdawis Gembili, yang menjadi pengelola kebun bunga Gogor Park, Subarno mengatakan baru mulai mengembangkan kebun bunga matahari ini sejak sekitar 1,5 bulan terakhir. Bersama warga desa lainnya, pemuda pemudi Pokdawis menanam bunga matahari di lahan perbukitan dengan konsep eko wisata. Pada tahap awal penanaman bunga matahari di lahan seluas 500 meter persegi.
“Kita memiliki banyak potensi, salah satunya buah durian yang melimpah. Hampir setiap keluarga di desa ini memiliki pohon durian. Bahkan kita rutin mengadakan kontes durian. Sehingga inovasi baru berupa kebun bunga matahari ini diharapkan dapat semakin memaksimalkan potensi desa tersebut,” katanya, Sabtu (25/11/2017).

Kepala Desa Salam, Sajido menuturkan, sebelum diubah menjadi kebun bunga matahari, lahan perbukitan yang berstatus Sultan Ground ini dulunya merupakan lahan kurang produktif. Dimana sebagian besar hanya ditanami pohon mahoni, mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan untuk ditanami tanaman pertanian.
Baca juga: Titiek Soeharto: Sebelum Akhir Tahun Golkar Harus Miliki Ketum Baru
“Pohon mahoni kan hanya bisa dipanen puluhan tahun. Itu pun tidak semua warga bisa menikmati. Namun berkat kreatifitas dan inovasi pemuda, kebun bunga matahari ini diharapkan bisa menarik wisatawan datang ke desa. Sehingga potensi desa lainnya seperti buah durian bisa terangkat. Yang pada akhirnya bisa memberikan kesejahteraan bagi semua warga desa,” katanya.