Tangguh Bencana, BPBD Malang Tingkatkan Kapasitas Relawan

MALANG – Bertempat di kawasan wisata Lembah Dieng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mengadakan koordinasi peningkatan kapasitas relawan tangguh bencana dari beberapa kelurahan yang ada di kota Malang dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Berbagai materi dan simulasi disampaikan kepada para relawan guna meningkatkan kesiap- siagaan relawan dalam menanggulangi dan menghadapi bencana.

Sekretaris BPBD kota Malang, Tri Oky Rudianto Prastiyo menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan untuk menuju kota Malang kota Tangguh Bencana yang dimulai dari kelurahan-kelurahan. Sehingga di setiap kelurahan yang ada di kota Malang harus mempunyai relawan-relawan di bawah naungan BPBD.

Simulasi pertolongan kepada korban. Foto: Agus Nurchaliq

Disebutkan, di tahun 2017 BPBD telah membentuk lima kelurahan tangguh yakni kelurahan Tlogomas, Pandanwangi, Bandungrejosari, Kedungkandang dan kelurahan Penanggungan. Sedangkan pada tahun 2016 yang lalu BPBD sudah membentuk tiga kelurahn tangguh yaitu kelurahan Kota Lama, Bareng dan Kelurahan Polehan.

“Ke depan harapannya di semua kelurahan yang ada di kota Malang bisa mempunyai relawan-relawan tangguh. Dan rencananya setiap tahun kami agendakan untuk mengadakaan kegiatan peningkatan kapasitas relawan,” jelasnya kepada Cendana News, Kamis (9/11/2017).

Menurutnya kegiatan tersebut dilakukan untuk menyatukan gerak dan langkah para relawan. Jadi walaupun mereka berasal dari kelurahan dan komunitas yang berbeda-beda tetapi satu tujuannya yaitu penanggulangan bencana.

“Karena pada saat berbicara tentang bencana, kita tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga semua relawan manakala terjadi bencana di suatu daerah bisa saling bahu membahu dan gotong royong untuk menanggulangi dan menangani bencana,” ungkapnya.

Lebih lanjut Oky menyampaikan bahwasanya di kota Malang sendiri memiliki banyak sekali relawan bencana, bahkan kota Malang disebut-sebut mempunyai komunitas relawan paling banyak. Relawan ini tidak hanya sekedar bekerja pada saat terjadi bencana, tetapi juga sebelum dan sesudah terjadinya bencana.

“Misalnya prabencana, para relawan ini yang nantinya bisa memberikan informasi kepada BPBD bahwa di daerah tertentu ada sesuatu yang mengkhawatirkan. Selain itu mereka juga bisa mensosialisasikan apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat ketika terjadi bencana sehingga masyarakat tidak perlu takut manakala terjadi bencana,” ucapnya.

Menurutnya, BPBD tidak ada apa-apanya jika tidak ada relawan, sehingga perlu menjalin hubungan dan menjalin kerjasama dengan semua relawan. Dengan begitu diharapkan kota Malang bisa menjadi kota Tangguh Bencana.

Pemberian materi simulasi. Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Tripim Aprilianto, mengatakan bahwa pada kegiatan hari ini ada tiga materi yang disampaikan kepada relawan yakni pengurangan resiko bencana, kedaruratan, dan simulasi evakuasi bencana.

“Dari berbagai materi tersebut kami berharap para relawan mampu mempersiapkan diri dalam rangka kesiapsiagaan untuk membantu para korban ketika terjadi bencana. Khususnya bencana banjir maupun tanah longsor,” pungkasnya.

 

Lihat juga...