Standarisasi Pendidik PAUD Mulai Diterapkan di Penengahan

LAMPUNG — Standarisasi mutu tenaga pendidik atau guru khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pendidikan kompetensi mulai diikuti oleh sejumlah tenaga pendidik di Kabupaten Lampung Selatan terutama dengan standar pendidikan S1 bagi guru PAUD.

Puji Astuti selaku bunda PAUD Sejahtera II Desa Klaten mengaku mendapatkan sosialisasi terkait standarisasi dan kompetensi dasar dari Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Beberapa tenaga pendidik di PAUD Sejahtera II mulai masuk kuliah untuk jenjang S1 mengacu pada sosialisasi tersebut. Meski dari 4 guru hanya dua yang masih melanjutkan ke jenjang S1.

Dengan adanya standarisasi tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mendidik anak anak usia dini di wilayah tersebut terutama PAUD yang ada menjadi rujukan bagi para orangtua yang ingin anaknya mendapat kesempatan untuk bermain sambil belajar sebelum memasuki jenjang SD.

“Meski tidak seluruhnya menempuh jenjang S1 namun kami mendapatkan pelatihan kompetensi dasar sebagai tenaga pendidik PAUD yang saat ini difokuskan pada belajar berbasis bermain,” terang Puji saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (2/11/2017)

Kegiatan pelatihan,pembinaan,pengembangan kompetensi tenaga PAUD bahkan diakui Puji Astuti kerap diikuti oleh sejumlah guru PAUD yang tergabung dalam perhimpunan pendidik dan tenaga kependikan anak usia dini (HIMPAUDI) Kabupaten Lampung Selatan. Standarisasi bahkan dilakukan dengan adanya pendidikan dan latihan berjenjang bagi tenaga pendidik lulusan SMA yang mengajar di PAUD.

Lokasi yang dekat dengan sejumlah perguruan tinggi khususnya program pendidikan guru PAUD dan TK bahkan membuat tenaga pendidik bisa kembali melanjutkan kuliah di Kecamatan Palas tanpa harus jauh kuliah di kota Bandarlampung.

Ia menyebut lebih dari itu dedikasi serta kemauan tenaga pendidik PAUD untuk tetap mengajar anak anak usia dini diakui Puji Astuti menjadi kunci agar keberadaan PAUD di wilayah tersebut berjalan dengan baik.

“Jika standarisasi harus diikuti dan pengajar harus sarjana maka dipastikan ratusan siswa PAUD dari sebanyak tiga PAUD tidak bisa belajar karena sebagian besar tenaga pendidik PAUD belum seluruhnya sarjana,” kata Puji Astuti.

Ia bahkan menyebut sebelum ada wacana tenaga pendidik PAUD harus sarjana beberapa tenaga pendidik awalnya merupakan kader Posyandu yang akhirnya membantu menjadi guru PAUD dengan semakin bertambahnya siswa. Sebagian tenaga pendidik PAUD di PAUD Sejahtera II bahkan satu diantaranya merupakan lulusan SMP meski memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengajar.

Ketersediaan tenaga pendidik PAUD dari jenjang sarjana justru bisa dipenuhi oleh PAUD Sejahtera di Dusun Karanganyar Desa Klaten dengan jumlah siswa mencapai 40 siswa dalam beberapa kelompok bermain. Subiyanti selaku salah satu tenaga pendidik dari sebanyak 6 tenaga pendidik menyebutkan PAUD tersebut sudah berdiri sejak 2007 dan terus mengalami peningkatan jumlah siswa.

“Satu tenaga pendidik di PAUD Sejahtera memang sudah mengenyam jenjang sarjana dan sebagian masih jenjang SMA dan hal tersebut tidak dipersoalkan oleh para orangtua murid,” ungkap Subiyanti.

Sebagian besar tenaga pendidiknya merupakan guru Taman pendidikan Alquran (TPA) Taala Nurhuda yang ada di dekat PAUD Sejahtera dan dilakukan pada sore hari. TPA yang dibangun dengan bantuan dari PNPM Mandiri tersebut bahkan memiliki murid hingga 100 orang yang dilakukan setiap sore hari.

Dedikasi tenaga pendidik PAUD yang juga sebagai guru TPA tersebut diakui Subiyanti bahkan tetap berusaha mentaati aturan kebijakan tentang pendidikan guru termasuk standar kualifikasi dan kompetensi guru dengan mengajar secara profesional.

Ia juga mengaku tetap mengajar PAUD sebagai salah satu pendidikan nonformal meski kebijakan sertifikasi profesi guru PAUD masih diberikan kepada guru Taman Kanak Kanak (TK) atau Raudatul Atfal (RA) yang merupakan PAUD Formal.

Subiyanti menyebut dedikasinya dalam mengajar bahkan tidak hanya bertujuan memperoleh sisi finansial namun berangkat dari keberadaan anak anak usia dini yang tidak memiliki fasilitas belajar dan bermain di wilayah tersebut.

Puji Astuti,bunda PAUD Sejahtera II Desa Klaten Kecamatan Penengahan /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...