Semarang Rintis SD dan SLTP Swasta Gratis di 2018
SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang merintis program sekolahgratis bagi siswa-siswi yang tidak mampu di tingkat SD dan SLTP. Program tersebut akan mensasar siswa sekolah swasta yang pengelolaanya berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, program sekolah gratis tersebut nantinya akan diperuntukan bagi siswa-siswi yang tidak mampu di sekolah swasta. Program sekolah gratis bagi SD dan SLTP yang ada di wilayah Kota Semarang akan dirintis dan dimulai pada tahun 2018 mendatang.
“Pemerintah Kota, Pak Wali Kota Hendrar Prihadi berkeinginan untuk meringankan beban bagi yang anak-anak kita yang bersekolah di swasta. Kalau yang di negeri sudah clear, tidak ada persoalan. Tapi kita punya tanggungjawab bagi anak-anak kita yag bersekolah di swasta. Utamanya yang miskin,” tegas Bunyamin, Selasa (4/11/2017).
Bunyamin menjelaskan, dasar keinginan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 24/2014 tentang Pemindahan Kewenangan Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi. Sehingga, anggaran yang sebelumnya diperuntukan SLTA, SMA dan SMK dialihkan ke SD dan SLTP dibawah koordinasi Kota Semarang.
“Yang miskin beberapa tahun yang lalu dikawal melalui beasiswa miskin. Tapi itu ternyata masih belum memberikan dampak yang bagus untuk prestasi. Nah, Pak Wali, Pemerintah Kota ingin memberikan tambahan operasional untuk mensupport ini,” jelasnya.
Pada akhir 2017, akan dilakukan uji coba menyusun program sekolah gratis bagi SD dan SLTP swasta tersebut. Tahun lalu Pemkot Semarang hanya sekedar memberikan bantuan beasiswa saja. “Tahun ini kita coba rancang nanti. Ada beberapa sekolah (swasta) yang difullkan tapi seperti sekolah swasta yang sudah kuat tidak ada problem. Tahun ini, Pemerintah Kota akan turun mendampingi bagi yang swasta. Untuk memperkuat, selama ini kita baru siswa miskinya. Semua siswa miskin di backup lewat fasilitas beasiswa,” bebernya.
Bantuan pendidikan yang diberikan nantinya bukan hanya bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa saja terhadap siswa yang berprestasi di sekolah swasta. Namun, juga sekaligus biaya operasional bagi siswa di sekolah sawsta tersebut.
Konsepnya, menurut Bunyamin Pemkot Semarang akan menambah biaya operasional per siswa bagi sekolah swasta yang tidak mampu. Dana itu disebut dana pendamping BOS ini akan turun setiap tahun ke sekolah untuk masing-masing siswa.
“Sama yang di sekolah negeri itu dulu Rp 1,2 miliar. Yang di SLTP Rp 1 juta persiswa. Kemudian yang di SD Rp600 ribu persiswa. Kemudian anggaran operasional sebesar Rp800 ribu yang di SLTP. Dari yang itu, kita akan menolong lagi sekolah swasta menambah dana operasional sekolahnya. Termasuk sekolah di MI dan MTs di swasta,” ujarnya.
Batuan dana pendamping BOS untuk sekolah swasta ini menurut Bunyamin juga akan diperuntukan bagi sekolah SLB baik di tingkat SD sampai sekolah SLB di tingkat SLTP swasta. Dana penamping BOS yang dikonsepkan, setiap siswa sekolah swasta yang duduk di bangku SD akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp100 ribu. Kemudian siswa sekolah swasta di SLTP akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 200 ribu.
Diperkirakan total dana penamping BOS untuk sekolah swasta ini senilai Rp15 miliar. Dan saat ini rencana tersebut masih digodok dengan tim anggaran Pemkot Semarang untuk direalisasikan di tahun 2018.
Ditempat yang sama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi justru menginginkan supaya dana penamping BOS bagi siswa yang tidak mampu yang ada di sekolah swasta diperbesar. Per siswanya, untuk siswa SD diberikan dana pendamping BOS senilai Rp 600 ribu. Kemudian untuk siswa yang tidak mampu di sekolah SMP swasta senilai Rp 200 ribu per siswa.
“Diambil sebuah kebijakan bahwa SD, SMP di Kota Semarang mulai tahun depan siswanya akan diberikan tambahan Rp 600 ribu di sekolah SD, Rp 200 ribu di sekolah SMP. Yang Rp 600 ribu yang miskin tambahanya,” pungkasnya.