Sekolah Bocor, Komite SDN 2 Kelawi dan Wali Murid Sepakat Perbaikan Swadaya

LAMPUNG — Kekuatiran keselamatan siswa siswa yang bersekolah di SDN 2 Kelawi dusun Kayu Tabu desa Kelawi kecamatan Bakauheni semakin terasa semenjak musim penghujan mulai rutin melanda wilayah tersebut sepanjang November.

Samsul Maarif selaku warga sekaligus ketua komite sekolah SDN 2 Kelawi akhirnya sepakat bersama para wali murid sekolah di pelosok tersebut untuk melakukan swadaya perehaban sekolah dengan tekhnis pelaksanaan dilakukan secara gotong royong.

Ia menyebut bukan tanpa alasan mengumpulkan para wali murid dari total sebanyak 73 siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut karena kondisi sekolah yang sudah dibangun sejak 1986 tersebut pada satu lokal seluruhnya mengalami kebocoran. Imbas kebocoran dari genteng merambat ke kayu penopang dan plafon bahkan membuat kelas tergenang air saat hujan.

“Setiap siswa yang pulang ke rumah menyampaikan kepada orangtuanya atau wali murid sekolah tempatnya belajar bocor dan siswa harus mengepel lantai karena kelas tergenang air saat hujan terjadi pada malam hari,” tutur Samsul Maarif yang menyampaikan keluhan para murid SDN 2 Kelawi pada rapat wali murid di sekolah tersebut pada Selasa (21/11/2017)

Kepada para wali murid,bersama Jasman selaku anggota komite sekolah berbagai usulan telah dilakukan oleh pihak dewan guru melalui kepala sekolah untuk diberikan anggaran perbaikan sekolah melalui instansi terkait dalam hal ini dinas pendidikan. Sayangnya, usulan tersebut belum mendapat tanggapan.

Sementara itu para siswa, guru dan wali murid termasuk komite sekolah tidak bisa tinggal diam melihat kerusakan bangunan sekolah oleh faktor usia bangunan dan alam akibat hujan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan dalam rapat wali murid, dewan guru, komite sekolah ungkap Samsul Maarif diputuskan sebagian wali murid yang sebagian merupakan petani di Dusun Kayu Tabu sepakat akan menyumbangkan material berupa kayu serta sumbangan tenaga kerja sekaligus gotong royong yang akan dilakukan pada pekan keempat November.

Kesepakatan tersebut diakuinya menjadi keputusan bersama tanpa ada paksaan dengan pertimbangan kelancaran proses belajar mengajar siswa dan keselamatan siswa.

“Kami tidak bisa menunggu bantuan dari pemerintah sebab kuatir jika tidak segera diperbaiki plafon amblas dan menimpa guru atau siswa saat kegiatan belajar mengajar,” kata Samsul Maarif.

Ia bahkan memastikan komite sekolah tidak akan melakukan pemungutan uang kepada para wali murid namun dengan sukarela warga yang memiliki tanaman kayu sengon, medang dan bayur bersedia menyumbangkan kayu untuk dibentuk menjadi kaso atau papan untuk perbaikan bagian bangunan sekolah yang rusak.

Perehaban temporer atau sementara tersebut diakuinya diharapkan menahan laju kerusakan sekolah hingga usulan bantuan dari dinas terkait bisa direalisasikan.

Kepala sekolah SDN 2 Kelawi,Kusmalia,yang hadir dalam rapat para wali murid dan juga komite mengaku mengapresiasi kepedulian para wali murid dari sebanyak 73 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tersebut dengan melakukan pembahasan terkait solusi terbaik dan tercepat dalam mengatasi kondisi sekolah yang semakin rusak akibat bocor saat hujan.

Kusmalia menegaskan sesuai dengan prosedur bahwa pihak sekolah dilarang melakukan pungutan kepada para orangtua sudah disadari oleh pihak sekolah namun kesadaran para wali murid membantu sekolah secara swadaya merupakan bantuan yang sangat berharga.

Perbaikan yang akan dilakukan secara swadaya dengan gotong royong tersebut akan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan prioritas pada bagian atap bangunan.

“Komite akan melakukan pendataan bagian kelas mana saja yang mendapat prioritas atau bagian apa saja karena tidak mungkin melakukan perehaban total karena keterbatasan dana dan bahan bangunan juga hasil sumbangan wali murid,”terang Kusmalia.

Sepanjang bulan November ini Kusmalia menyebut saat hujan tiba ruang guru,ruang kelas 1 hingga kelas 5 yang sebagian harus disekat menggunakan papan bahkan kerap tergenang air dampak atap yang bocor dan beruntung plafon di beberapa ruang belajar siswa belum jebol. Aktifitas mengepel lantai untuk mengeringkan lantai bahkan sekaligus menjadi kegiatan rutin siswa dan guru sebelum kegiatan belajar mengajar.

Meski kesepakatan komite sekolah SDN 2 Kelawi tersebut akan melakukan perehaban pada bagian kelas yang rusak akibat bocor sekaligus beberapa plafon akan diganti Kusmalia berharap usulan untuk perbaikan atau perehaban sekolah ke Dinas Pendidikan kabupaten Lampung Selatan bisa direalisasikan pada 2018 mendatang.

Pada rapat tersebut juga sekaligus dibahas terkait penentuan batas asli sekolah,perencanaan gang sekolah yang berdasarkan sejarah merupakan tanah hibah milik warga setempat.

Kusmalia (berdiri) kepala sekolah SDN 2 Kelawi,dewan guru dan Samsul Maarif(batik coklat) dalam rapat pembahasan kondisi kerusakan sekolah/ Foto; Henk Widi.
Lihat juga...