[Review] Film ‘Mata batin’, Uji Nyali, Pacu Adrenalin
JAKARTA — Bagaimana kalau Anda diberi kelebihan dapat melihat mahluk halus, yang tidak semua orang bisa melihatnya? Bisa jadi Anda menerima sebagai anugerah dan bersahabat dengan kelebihan itu, tetapi bisa jadi juga Anda merinding ketakutan.
Akhir-akhir ini muncul sejumlah film horor Indonesia menyuguhkan tema orang-orang yang diberi anugerah bisa melihat “mahluk yang tak kasat mata” itu. Walaupun di jagad perfilman dunia bukan hal baru, teurtama sejak kemunculan Sixth Sense (1999) dari Night Shyamalan.
Pada 2017 ini horor Indonesia dengan tema itu mendapat sambutan penonton yang baik, seperti Danur yang mendapatkan lebih dari 2,5 juta penonton. Kini yang teranyar adalah Mata Batin. Film ini juga menyuguhkan sejumlah adegan seram dan memacu adrenalin.
Kisahnya tentang Alia (Jessica Mila) yang memutuskan untuk meninggalkan Bangkok dan kembali ke Jakarta saat orangtuanya meninggal. Kengerian dimulai ketika mereka menempati sebuah rumah warisan. Ia dan Abel (Bianca Hello), adiknya yang masih remaja, pindah ke rumah masa kecil mereka yang jauh dari tengah kota.
Sejak pindah, Abel sering bersikap aneh dan ketakutan. Dia tidak menyukai rumah itu. Katanya, di sana ada yang lain selain mereka.
Abel yang mata batinnya sudah terbuka, kerap mendapat berbagai gangguan makhluk halus. Bukan cuma mendengar bisikan aneh, Abel juga didatangi hantu berwujud anak kecil yang kerap melantunkan lagu “Naik Kereta Api”.
Berkali-kali cerita mistis Abel dimentahkan Alia dan Davin (Denny Sumargo), pacar Alia, yang tidak pernah menghiraukan Abel.
Meski cukup peka merasakan dunia halus, namun Alia tak lantas percaya dengan cerita Abel yang dianggapnya aneh. Namun, sikap Abel semakin mengkhawatirkan. Merasa harus menolong Abel, Alia berniat untuk membawa Abel ke psikiater, tapi Abel menolak dan ia bilang kalau ia bisa melihat mereka yang sudah mati karena mata batinnya sudah terbuka sejak kecil.
Hingga akhirnya, Alia mengalami sendiri teror keluarga hantu. Dalam teror tersebut, hanya ada pesan ‘rumah’ yang ditinggalkan para hantu. Abel kemudian mengajak Alia menemui Bu Windu (Citra Prima), seorang paranormal yang selama ini membantu Abel.
Alia pun coba mengorek pesan tersirat itu bersama Bu Windu. Dia Ingin membuktikan semua hal yang baginya tidak masuk akal ini, Alia meminta Bu Windu untuk membuka mata batinnya sekaligus membuka jalan bagi Alia menyusuri dunia astral.
Perlahan-lahan, Alia mulai mengalami kejadian-kejadian yang tidak biasa. Ia mulai melihat sosok yang tidak bisa dilihat orang lain, dan kehadiran orang-orang yang minta tolong padanya.
Sayangnya, “mereka” yang berada di rumah Alia mengganggu dia sampai menyakitinya. Energi mereka begitu negatif sehingga bisa membahayakan Alia dan Abel. Tanpa tempat tinggal lain, mereka terpaksa menetap disana dan meminta bantuan Bu Windu.
Apakah Bu Windu bisa membantu mereka? Jika penasaran akan jawabannya, silakan saksikan film ini yang mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 30 November 2017.
Film arahan sutradara Rocky Soraya ini cukup seram, mencekam dan mengejutkan. Selain sebagai sutradara, Rocky juga bertindak sebagai produser dalam PH Hitmaker Studios sebagai salah satu rumah produksi ‘spesialis’ film horor.
Rocky tampaknya cukup piawai dalam memberikan keseraman, ketercekaman, dan kejutan pada penontonnya. Didukung dengan instumen musik khas film horor, hampir dipastikan akan membuat uji nyali dan adrenalin semakin terpacu.
Beberapa pekerja film yang terlibat antara lain artis Luna Maya yang tidak main film, tapi mencoba profesi baru sebagai desainer kostum. Sedangkan penggarapan musik dan scoring dipercayakan kepada Randy Danistha dan Nara. Adapun, skenario ditulis Riheam Junianti dan Fajar Umbara.
Film yang dibintangi Jessica Mila, Denny Sumargo, Citra Prima, Bianca Hello, Epy Kusnandar dan Voke Victoria ini menyelipkan banyak twist di beberapa adegannya. Ada beberapa adegan yang tak disangka sebelumnya bakal terjadi. Termasuk tokoh Davin yang akhirnya menjadi sosok kunci dalam film ini.